KUALA PEMBUANG – Balai Desa Sungai Bakau hari ini dipenuhi semangat dan antusiasme warga yang menghadiri Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) untuk pembentukan Koperasi Merah Putih Desa Sungai Bakau. Acara ini menjadi langkah strategis dalam mewujudkan kemandirian ekonomi desa melalui koperasi yang berlandaskan semangat gotong royong dan pemberdayaan masyarakat.
Rapat resmi dibuka oleh Camat Seruyan Hilir Timur, Ustadin, serta turut dihadiri oleh jajaran Dinas Perikanan Kabupaten Seruyan, termasuk Sekretaris Dinas Muhammad Hairuddin, mewakili Kepala Dinas Halidah, Kehadiran perangkat daerah (SOPD), BPD, perwakilan kelompok masyarakat, serta unsur desa lainnya memperkuat legitimasi dan semangat kolaboratif dalam pembentukan koperasi ini.
Pembentukan Koperasi Merah Putih ini mengacu pada Instruksi Presiden RI Nomor 9 Tahun 2025, serta Surat Edaran Menteri Koperasi Nomor 1 Tahun 2025 tentang percepatan dan tata cara pendirian koperasi desa. Pemerintah Kabupaten Seruyan juga mendukung penuh melalui surat Sekretariat Daerah bertanggal 5 Mei 2025 yang menegaskan pentingnya percepatan fasilitasi musyawarah desa.
Dalam suasana hangat penuh kebersamaan, forum Musdesus berhasil menyepakati berbagai poin penting, mulai dari nama koperasi, lokasi dan cakupan wilayah keanggotaan, hingga susunan pengurus dan dewan pengawas koperasi. Hasil kesepakatan tersebut ditetapkan secara mufakat dan dituangkan dalam berita acara resmi.
Adapun susunan pengurus Koperasi Merah Putih Desa Sungai Bakau yang terpilih adalah:
Ketua: Rio Febrian
Wakil Ketua Bidang Usaha: Lidya
Wakil Ketua Bidang Keanggotaan: Nor Lestari
Sekretaris: Efendi
Bendahara: Lila Melinda
Sementara Dewan Pengawas diketuai oleh Kepala Desa Sungai Bakau, dengan anggota:
M. Arsad
Sirajudin
Rio Febrian selaku Ketua Koperasi yang baru terpilih, menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan. Ia mengajak seluruh warga untuk bersatu, bekerja keras, dan mewujudkan koperasi sebagai pilar ekonomi desa yang mandiri dan sejahtera.
Musdesus kali ini tidak hanya menjadi forum musyawarah, tetapi juga menjadi momen bersejarah lahirnya semangat baru di Desa Sungai Bakau semangat menuju kemandirian ekonomi berbasis komunitas.
(ASY)












