RSUD Doris Sylvanus Terbelit Utang Rp120 Miliar, Imbas Manajemen Bermasalah 

SYAUQI/BERITASAMPIT - Plt Direktur RSUD Doris Sylvanus Suyuti Syamsul saat diwawancarai awak media.

– Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Doris Sylvanus menghadapi persoalan serius dalam pengelolaan keuangan. Utang rumah sakit pelat merah tersebut membengkak hingga mencapai Rp120 miliar akibat manajemen yang dinilai bermasalah sepanjang tahun 2023 hingga 2024.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD dr Doris Sylvanus, Suyuti Samsul, mengatakan bahwa utang tersebut terjadi sebelum dirinya menjabat.

“Saya menduga, mereka berbelanja melampaui kemampuan rumah sakit. Kalau belanja melampaui kemampuan rumah sakit tentu mengalami defisit dan itu terjadi sejak tahun 2023-2024,” ujarnya, Senin 2 Juni 2025.

Menurut Suyuti, pergantian manajemen dilakukan karena terjadinya defisit anggaran yang cukup besar. “Jadi saya diminta oleh Pak Gubernur untuk menyelesaikan masalah defisit itu,” katanya.

Saat pertama kali menjabat, ia menerima laporan bahwa total utang rumah sakit sebesar Rp24 miliar. Namun seiring waktu, jumlah utang tersebut terus meningkat.

“Pada saat tutup buku Desember 2024 muncul Rp87 miliar. Kemudian pada tanggal 31 menjadi 117 miliar, ternyata masuk BPK menjadi Rp120 miliar,” paparnya.

Suyuti menilai angka tersebut sangat memberatkan bagi rumah sakit. “Secara ringkas saya bilang kalau rumah sakit swasta secara teknis sudah bangkrut. Tetapi ini kan rumah sakit pemerintah sehingga ada jalan untuk menyelesaikan,” ucapnya.

Ia menjelaskan, salah satu langkah penyelamatan yang diambil adalah membebankan sejumlah belanja operasional ke Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“Jadi sebelumnya listrik dibayar rumah sakit, sekarang Pemprov yang bayar. Sehingga biaya untuk membayar listrik (dari rumah sakit) dipakai untuk bayar utang,” tutupnya.

(Syauqi)

baca juga ...  Penyusunan Raperda Kearsipan, Dispursip Kalteng Libatkan Akademisi dan Praktisi Hukum
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!