SUKAMARA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah (Kalteng) berkomitmen menjadikan kawasan budidaya udang terpadu atau Shrimp Estate Berkah di Desa Sei Raja, Kecamatan Jelai, Kabupaten Sukamara, sebagai model pengembangan budidaya udang skala besar yang berkelanjutan dan berorientasi ekspor.
Hal ini disampaikan oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Ekobang) Setda Provinsi Kalteng, Herson B. Aden, saat meninjau langsung lokasi Shrimp Estate pada Sabtu, 7 Juni 2025.
Ia hadir mewakili Gubernur Kalteng, Agustiar Sabran, bersama 16 kepala perangkat daerah terkait, termasuk Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sri Widanarni, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Lisda Arriyana, dan Kepala Biro Administrasi Pimpinan Johni Sonder.
“Hari ini kami meninjau langsung Shrimp Estate Berkah sebagai bagian dari tugas yang diberikan Bapak Gubernur untuk melihat langsung potensi dan pengelolaan di lapangan. Ini penting sebagai dasar untuk merumuskan arah kebijakan pengembangan ke depan,” ungkap Herson.
Dalam kunjungan tersebut, Herson menekankan bahwa pengembangan Shrimp Estate harus memperhatikan aspek tata kelola, efisiensi investasi, dan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Ia mengungkapkan bahwa saat ini pengelolaan masih berbasis Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), namun Gubernur meminta agar dilakukan kajian lebih mendalam mengenai model bisnis yang tepat agar mampu memberikan dampak ekonomi lebih luas.
“Investasi di sektor tambak udang ini sangat besar. Maka perlu kajian yang matang agar bisnis ini benar-benar menghasilkan PAD yang signifikan, bukan hanya untuk Sukamara tapi juga Provinsi Kalimantan Tengah secara umum,” tegasnya.
Shrimp Estate Berkah saat ini mencakup lahan seluas 40,17 hektare dengan total penebaran lebih dari 11 juta benurudang vaname. Proyek ini merupakan bagian dari program strategis nasional yang menargetkan produksi udang secara terintegrasi dari hulu ke hilir di satu kawasan terpadu.
Sebagai bagian dari komitmen terhadap kelestarian lingkungan, peninjauan tersebut juga dirangkai dengan kegiatan penanaman pohon di sekitar kawasan tambak, sebagai simbol sinergi antara produktivitas ekonomi dan keberlanjutan ekologis.
Pemprov Kalteng menaruh harapan besar pada Shrimp Estate Sukamara untuk menjadi model nasional pengembangan budidaya udang berkelanjutan.
“Ini tidak sekadar proyek percontohan, tapi harus menjadi pengungkit ekonomi baru di wilayah pesisir barat Kalteng,” tutup Herson.
(Sya'ban)












