KUALA KURUN – Dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Gunung Mas ke-23 yang jatuh pada 21 Juni 2025, Pemerintah Kabupaten Gunung Mas melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata kembali menggelar Festival Budaya Mihing Manasa (FBMM) 2025. Kegiatan ini dilaksanakan di Taman Kota Kuala Kurun, Selasa 17 Juni 2025.
Kegiatan ini menjadi salah satu agenda tahunan yang dinanti masyarakat, dengan melibatkan seluruh kecamatan yang ada di wilayah Kabupaten Gunung Mas.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Hansli Gonak menyampaikan bahwa FBMM merupakan ajang pelestarian budaya Dayak sekaligus wadah ekspresi bagi para seniman, budayawan, dan masyarakat dari berbagai kalangan.
“Festival ini tidak hanya mempertontonkan kebudayaan, tetapi juga menumbuhkan daya cipta, karsa, dan kreativitas generasi muda dalam seni tradisional Dayak. Selain itu, ajang ini menjadi wahana mempererat silaturahmi antar masyarakat lintas kecamatan,” ujar
FBMM 2025 akan dilaksanakan mulai 17 hingga 21 Juni 2025, diikuti oleh 12 kecamatan yang mengirimkan kontingen dengan total 1.186 peserta.
FBMM 2025 akan mempertandingkan 13 cabang lomba yang akan meriahkan festival selama lima hari pelaksanaan, di antaranya, Karnaval Budaya, Lomba Habayang (putra/putri), Balogo (putra/putri), Karungut (putra/putri), Lomba Deder Berpasangan, Manjawet (putra/putri).
Kemudian lomba Tari Daerah, Manyipet (Putra/Putri), Lukis Ornamen Talawang, Mangenta, Masakan Tradisional, Mambuka Lawang Sakepeng (putra/putri) dan lomba Pemilihan Putra/Putri Pariwisata.
Pemenang juara I, II, dan III dari karnaval budaya akan mewakili Kabupaten Gunung Mas dalam Festival Isen Mulang 2026, sebagai bentuk seleksi dan pembinaan seni budaya tingkat kabupaten.
Festival ini juga merupakan implementasi dari visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Gunung Mas 2025–2030, yaitu “Tambun Bungai: Maju, Sehat, Cerdas, Mandiri, Bermartabat, dan Melayani”.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari rencana jangka menengah daerah, termasuk pelaksanaan napak tilas Tumbang Anoi yang akan menjadi event dua tahunan mulai 2026 dan dianggarkan melalui RKA tahun 2026. (ale)












