PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah (Kalteng) memastikan bahwa pendidikan vokasi menjadi prioritas utama dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2025-2029.
Langkah ini diambil sebagai strategi memperkuat sumber daya manusia (SDM) lokal yang siap bersaing dalam dunia kerja serta mendukung hilirisasi ekonomi daerah.
Penegasan ini disampaikan Wakil Gubernur H. Edy Pratowo saat menjawab pemandangan umum dari Fraksi Partai Gerindra dan Nasdem, serta masukan Fraksi PKB dan PAN dalam Rapat Paripurna Ke-12 Masa Persidangan III DPRD Provinsi Kalteng, Rabu, 18 Juni 2025.
“Pendidikan vokasi diarahkan agar sesuai dengan kebutuhan dunia kerja yang berkembang, khususnya di sektor-sektor unggulan daerah seperti pertanian, perikanan, peternakan, dan industri pengolahan,” kata Edy.
Program vokasi yang akan dikembangkan tak hanya berupa pelatihan teknis, tetapi juga integrasi kurikulum pendidikan menengah dan tinggi berbasis keterampilan kerja.
Pemprov Kalteng berencana menjalin kemitraan dengan industri, BUMD, dan pelaku usaha dalam pengembangan kurikulum serta penyediaan tempat magang dan kerja praktik.
Langkah ini juga selaras dengan arah kebijakan nasional dalam Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025 tentang RPJMN 2025-2029, yang menempatkan penguatan pendidikan vokasi sebagai pilar utama pembangunan SDM unggul.
“Transformasi kualitas pendidikan memerlukan strategi komprehensif, mulai dari peningkatan kualitas guru, kurikulum yang relevan, hingga pemanfaatan teknologi pembelajaran,” ujar Edy.
Tak hanya itu, Pemprov juga memastikan pemerataan akses pendidikan vokasi hingga ke pelosok daerah.
Zona timur Kalteng, termasuk Kabupaten Barito Selatan, Barito Timur, dan Murung Raya, menjadi target utama dalam perluasan layanan vokasi, seiring dengan strategi pemerataan pembangunan dalam RPJMD.
Guna mendukung program ini, Pemprov juga merancang sistem pendanaan yang inklusif berbasis kontribusi perekonomian wilayah, dengan memberikan porsi anggaran lebih besar bagi daerah-daerah yang memiliki potensi industri pengolahan dan hilirisasi.
“Kita ingin anak-anak daerah tidak hanya jadi penonton di tengah geliat pembangunan dan industrialisasi, tapi bisa menjadi pelaku utama,” tegas Edy.
Melalui pendidikan vokasi yang terarah dan berkelanjutan, Pemprov Kalteng berharap dapat menciptakan generasi muda yang adaptif, inovatif, dan siap kerja, demi mewujudkan Kalteng yang berdaulat secara ekonomi dan berdaya saing tinggi di tingkat nasional maupun internasional.
(Sya'ban)












