Bupati Apresiasi Program Mahantis, Kolaborasi Lintas Sektor dalam Upaya Rehabilitasi-Pelestarian Lingkungan

IST/BERITASAMPIT - Bupati ,  Jaya Samaya Monong ketika memantau lokasi program Mahantis di Tanjung Riu.

KUALA KURUN – Dalam upaya nyata untuk mengatasi persoalan degradasi lingkungan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, Bupati , Jaya Samaya Monong, melakukan kunjungan lapangan ke lokasi program Mahantis (Pemanfaatan Lahan Kritis) yang terletak di Tanjung Riu, Kecamatan Kurun, Jumat 20 Juni 2025.

Program Mahantis merupakan inisiatif dari Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten sejak tahun 2021, sebagai respons atas tingginya tingkat kerusakan lahan akibat aktivitas pertambangan rakyat berskala mikro di wilayah tersebut.

Selama empat tahun berjalan, program ini terus menunjukkan perkembangan positif dalam merehabilitasi lahan kritis dan mengembalikannya menjadi lahan produktif yang memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat setempat.

Bupati , Jaya Samaya Monong menyampaikan apresiasi tinggi terhadap keberlanjutan dan dampak positif dari program Mahantis. Ia menyebut bahwa program ini menjadi salah satu contoh konkret kolaborasi lintas sektor yang sukses, antara pemerintah daerah, lembaga pusat, organisasi lingkungan, hingga akademisi.

“Kita bersyukur bahwa upaya rehabilitasi lingkungan ini mendapat dukungan dari banyak pihak. Ini membuktikan bahwa pelestarian lingkungan bisa sejalan dengan peningkatan ekonomi masyarakat. Ke depan, saya berharap program Mahantis dapat direplikasi di lain yang mengalami kondisi serupa,” ungkap nya.

Program Mahantis dijalankan melalui kerja sama berbagai pihak, antara lain WWF Indonesia Perwakilan , Dinas Kehutanan provinsi, balai penerapan standar Iminstrumen LHK Banjarbaru, Dinas Lingkungan Hidup, Kehutanan dan Perhubungan Kabupaten , serta akademisi dari Universitas Kristen .

Tanjung Riu ditetapkan sebagai pilot project karena memiliki potensi sekaligus tantangan dalam pengelolaan lahan pasca tambang.

Melalui pendekatan partisipatif dan edukatif, masyarakat pemilik lahan dilibatkan langsung dalam proses rehabilitasi, mulai dari penanaman jenis-jenis tanaman endemik dan ekonomis, hingga pelatihan pengelolaan hasil lahan.

baca juga ...  Pemkab Gunung Mas Gelar Workshop Manajemen Sekolah Inklusi

Kepala Bapperida KabupatenGunungMas, Yantrio Aulia, menegaskan bahwa tujuan utama program ini bukan hanya pemulihan ekologis, tetapi juga menciptakan sumber pendapatan baru bagi masyarakat .

“Kami berharap program ini dapat menjadi model pengelolaan lahan kritis berkelanjutan yang bisa diterapkan di wilayah lain di . Program ini adalah investasi jangka panjang, bukan hanya untuk lingkungan, tapi juga untuk generasi masa depan,” sebut nya. (ale)

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!