KUALA PEMBUANG – Suasana Aula Patriatama Polres Seruyan berubah menjadi panggung seni yang semarak dan penuh warna, Selasa pagi, 24 Juni 2024. Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-79, Polres Seruyan untuk pertama kalinya menggelar Lomba Tari Kreasi Tradisional Bhayangkara Hantantiring, yang langsung memikat hati para penonton dengan suguhan budaya Dayak yang otentik dan energik.
Acara dibuka secara resmi oleh Wakapolres Seruyan, Kompol Hendry, didampingi Wakil Ketua Bhayangkari Cabang Seruyan Ny. Vivi Hendry. Sebanyak 10 sanggar tari dari berbagai penjuru Seruyan unjuk kebolehan dalam menampilkan koreografi bertema “Kehidupan Keseharian Suku Dayak”, memadukan gerakan khas dengan narasi budaya lokal yang kaya makna.
Ketua Panitia, Iptu Dwi Triyanto, mengungkapkan bahwa lomba ini bukan sekadar perayaan, tetapi juga misi penting dalam upaya pelestarian budaya sekaligus pencarian bibit-bibit penari lokal berbakat. “Juara pertama akan tampil di puncak Hari Bhayangkara 1 Juli nanti. Ini menjadi ajang bergengsi sekaligus kebanggaan bagi daerah,” ujarnya.
Demi menjaga kualitas penilaian, panitia menghadirkan juri-juri profesional dari kalangan seniman dan budayawan. Meskipun acara pembukaan berlangsung singkat hingga pukul 10.30 WIB, antusiasme peserta dan penonton terasa kuat, menghadirkan nuansa hangat dan penuh semangat kebersamaan.
Perpaduan antara seni, tradisi, dan semangat kebangsaan ini membuat perayaan Hari Bhayangkara di Seruyan terasa istimewa, membuktikan bahwa Bhayangkara tidak hanya hadir menjaga keamanan, tetapi juga turut menjaga kekayaan budaya bangsa.
(ASY)












