KUALA KAPUAS – Persiapan Panen Raya Padi di Kecamatan Bataguh, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, dipastikan memasuki tahap akhir. Bupati H. Muhammad Wiyatno turun langsung ke sejumlah desa untuk memastikan kesiapan teknis dan menyampaikan harapan besar agar momentum ini mendorong pembangunan daerah sekaligus menarik perhatian pemerintah pusat.
Kunjungan kerja Bupati dilakukan pada Kamis, 26 Juni 2025, dengan meninjau lahan pertanian di Desa Terusan Makmur dan Terusan Mulya. Ia menyampaikan bahwa luasan lahan siap panen di tiga desa, yakni Terusan Karya, Terusan Makmur, dan Terusan Mulya, mencapai sekitar 3.800 hektar, dan diperkirakan sebagian besar akan mulai dipanen dalam dua pekan ke depan.
“Pagi ini saya turun langsung mengecek kondisi lapangan. Lahan sudah siap panen. Kita berharap Panen Raya 12 Juli nanti bisa memberikan semangat baru bagi para petani dan menjadi perhatian dari pusat,” kata Wiyatno.
Panen Raya tersebut dijadwalkan akan dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan RI, Zulkifli Hasan. Dalam kesempatan itu, Bupati juga menyampaikan laporan kesiapan kepada Gubernur Kalimantan Tengah serta mengajak Forkopimda Provinsi untuk turut hadir di acara panen perdana.
“Mohon berkenan, Pak Gubernur dan jajaran bisa hadir memberikan dukungan langsung. Selain panen, kami juga akan menyerahkan bantuan combine harvester untuk petani,” tambahnya.
Selain memastikan kesiapan teknis panen, Wiyatno juga menyoroti persoalan klasik yang masih dihadapi petani Bataguh, yakni keterbatasan akses jalan. Ia menyampaikan bahwa hingga kini sebagian besar desa, terutama kawasan transmigrasi, belum memiliki akses darat yang layak.
“Sudah lebih dari 40 tahun masyarakat di sini bertani, tapi belum bisa dilalui mobil. Dengan dukungan APBD provinsi dan kabupaten, kami targetkan 2027 jalan darat ke Terusan sudah bisa digunakan,” ungkapnya.
Diketahui, Pemkab Kapuas telah mengalokasikan sekitar Rp120 miliar pada tahun anggaran 2025 untuk percepatan pembangunan infrastruktur jalan di wilayah Bataguh. Selain desa–desa transmigrasi, beberapa desa lokal seperti Baguntan dan Terusan Raya Hulu juga masuk dalam skema prioritas pembangunan jalan.
Pemerintah berharap Panen Raya ini bukan hanya menghasilkan produksi maksimal bagi petani, tetapi juga menjadi pemicu percepatan pembangunan di wilayah terpencil, sekaligus memperkuat posisi Kapuas sebagai salah satu sentra pangan utama di Kalimantan Tengah. (ds)












