PALANGKA RAYA – Kinerja perdagangan luar negeri Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) mengalami perlambatan pada Mei 2025.
Berdasarkan data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Kalteng, nilai ekspor tercatat sebesar USD 326,52 juta atau turun 0,74 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Penurunan juga terjadi secara signifikan pada sisi impor yang anjlok hingga 68,23 persen secara tahunan menjadi hanya USD 0,61 juta.
Kepala BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti, dalam paparannya pada Selasa siang, 1 Juni 2025, menjelaskan bahwa kendati mengalami koreksi, Kalteng masih mampu mencatatkan surplus neraca perdagangan sebesar USD 14,58 juta untuk periode Januari hingga Mei 2025.
“Surplus ini menjadi penyangga penting dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah, meskipun ekspor melemah dan impor sangat terbatas,” ujarnya.
Komoditas ekspor utama Kalimantan Tengah masih didominasi oleh batu bara, minyak kelapa sawit (CPO), kayu olahan, dan karet remah. Negara tujuan ekspor paling dominan antara lain India, Jepang, dan Korea Selatan.
Kendati demikian, ketergantungan terhadap komoditas mentah masih menjadi tantangan bagi diversifikasi ekonomi daerah.
Sementara itu, penurunan impor mencerminkan turunnya aktivitas industri yang mengandalkan barang modal dan bahan baku dari luar negeri.
BPS mencatat barang-barang impor didominasi oleh mesin industri, pupuk, dan aspal, yang mayoritas berasal dari Malaysia, Singapura, dan Tiongkok.
“Turunnya impor bisa mengindikasikan dua hal, yakni efisiensi rantai pasok industri lokal atau lemahnya permintaan domestik akibat tekanan biaya produksi,” jelas Agnes.
BPS juga menggarisbawahi bahwa stabilitas neraca perdagangan belum sepenuhnya mencerminkan kekuatan ekonomi riil daerah, mengingat tekanan lain yang muncul dari sektor pertanian dan harga konsumen.
Meskipun demikian, surplus perdagangan yang berkelanjutan dinilai mampu memberikan ruang fiskal lebih bagi daerah untuk mendorong belanja pembangunan, khususnya dalam penguatan sektor produktif dan infrastruktur logistik.
(Sya'ban)












