KUALA KAPUAS – Pemerintah Kabupaten Kapuas menegaskan komitmennya terhadap pemenuhan hak-hak anak, khususnya dalam bidang pendidikan yang inklusif dan merata. Hal itu disampaikan Wakil Bupati Kapuas, Dodo, saat menghadiri Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-41 yang digelar di Sekolah Khusus Negeri 1 Kuala Kapuas, Kamis pagi, 10 Juli 2025.
Dalam sambutannya mewakili Bupati H.M. Wiyatno, Dodo menekankan pentingnya memastikan seluruh anak, termasuk anak-anak berkebutuhan khusus, mendapatkan akses pendidikan yang layak dan setara. Ia menyebut bahwa komitmen terhadap pendidikan anak adalah kunci membangun masa depan Indonesia yang unggul.
“Ketika kita memastikan tidak ada satu pun anak yang tertinggal, sesungguhnya kita sedang membangun fondasi kokoh menuju Indonesia Emas 2045,” ucap Dodo dengan penuh semangat di hadapan para guru, orang tua, dan siswa-siswi penyandang disabilitas yang hadir.
Peringatan HAN tahun ini mengusung tema nasional “Anak Terlindungi, Indonesia Maju”, yang selaras dengan upaya Pemkab Kapuas dalam mendorong pemenuhan hak dasar anak, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga perlindungan dari kekerasan.
Menurut Dodo, pembangunan sumber daya manusia harus dimulai sejak dini, dan tidak boleh ada diskriminasi dalam akses pelayanan publik, termasuk terhadap anak-anak dengan kebutuhan khusus. Ia juga mengajak seluruh pihak untuk memperkuat sinergi lintas sektor demi mewujudkan lingkungan yang aman dan ramah anak.
Kegiatan yang berlangsung meriah itu juga menampilkan pentas seni dari anak-anak Sekolah Khusus Negeri 1 Kuala Kapuas, sebagai bentuk apresiasi atas keberagaman dan potensi setiap anak. Dalam suasana penuh haru dan bangga, para siswa menunjukkan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk berprestasi.
Wabup Dodo menyampaikan bahwa Pemkab Kapuas akan terus mendorong kebijakan afirmatif dan alokasi anggaran yang berpihak pada anak. Ia menegaskan bahwa peringatan HAN bukan hanya seremoni tahunan, tetapi momentum refleksi untuk meningkatkan perlindungan dan pemenuhan hak-hak anak secara konkret.
Acara ditutup dengan penyerahan simbolis alat bantu belajar dan perlengkapan sekolah kepada siswa disabilitas, sebagai wujud nyata keberpihakan pemerintah daerah dalam menciptakan kesetaraan akses pendidikan bagi semua anak di Kabupaten Kapuas. (ds)












