PULANG PISAU – Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau menegaskan komitmen perlindungan anak dengan mendorong penerbitan Kartu Identitas Anak (KIA) sebagai bagian dari sistem kependudukan yang inklusif dan berkelanjutan, dalam membangun generasi tangguh dan mewujudkan perlindungan anak secara nyata.
Momentum ini ditandai dengan penyerahan simbolis KIA kepada sepuluh anak dalam rangka peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-41 dan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-32 di Gedung Wanita Sumbu Kurung, Kamis 17 Juli 2025.
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Pulang Pisau H. Ahmad Jayadikarta dan Ketua I TP-PKK Dwi Erlina Jayadikarta. Kedua tokoh ini turut menyaksikan antusiasme anak-anak dan orang tua yang hadir, serta mengikuti agenda Zoom Meeting bersama kementerian dan pemerintah daerah dari seluruh Indonesia.
Mengusung tema nasional “Anak Terlindungi, Keluarga Kuat, Bersama Mewujudkan Indonesia Maju”, peringatan ini dimaknai sebagai seruan untuk memperkuat peran keluarga dan negara dalam memastikan anak-anak tumbuh dalam lingkungan aman, sehat, dan sejahtera.
Dwi Erlina Jayadikarta menekankan pentingnya identitas anak yang teradministrasi dengan baik sebagai langkah awal perlindungan. “KIA bukan hanya selembar kartu, tapi ini simbol pengakuan negara terhadap keberadaan dan hak-hak anak. Dari sini kita bangun sistem yang menjamin tumbuh kembang anak secara utuh,” ucapnya dalam sambutan.
Ia menyebut, KIA memiliki nilai strategis dalam memperkuat akses anak terhadap layanan publik seperti pendidikan dan kesehatan. Selain itu, keberadaan KIA juga memudahkan integrasi data kependudukan yang menjadi dasar berbagai kebijakan berbasis keluarga.
Pemerintah daerah terus mendorong percepatan penerbitan KIA sebagai bagian dari target nasional administrasi kependudukan yang merata. Hal ini sekaligus menjadi alat monitoring efektivitas program-program perlindungan anak di tingkat lokal.
“Pulang Pisau punya visi besar, dan itu dimulai dari anak-anak kita. Melalui KIA, kita tegaskan bahwa anak-anak kita bukan hanya penerima manfaat pembangunan, tapi juga subjek utama yang dilindungi hak dan martabatnya,” tegas Dwi Erlina.
Peringatan HAN dan Harganas tahun ini menjadi momentum reflektif sekaligus langkah konkret Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau dalam memperkuat fondasi generasi masa depan melalui penguatan identitas, perlindungan, dan partisipasi anak sejak usia dini. (ds)












