PALANGKA RAYA – Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), H. Aryawan, menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng dalam mendorong digitalisasi tata kelola pemerintahan desa.
Hal ini disampaikannya saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Aplikasi Sistem Informasi dan Administrasi Pemerintahan Desa (SIAPDes) Tahun 2025 di Hotel Aquarius Palangka Raya, Senin, 21 Juli 2025.
Dalam sambutannya, Aryawan menjelaskan bahwa SIAPDes merupakan inovasi berbasis digital yang dikembangkan oleh Pemprov Kalteng melalui Dinas PMD, guna mendukung transformasi pelayanan publik dan administrasi desa agar lebih efisien, terintegrasi, dan transparan.
“Aplikasi SIAPDes adalah bentuk nyata upaya kita untuk membawa pemerintahan desa masuk ke era digital. Ini bukan hanya soal teknologi, tapi juga transformasi cara kerja dan pola pikir aparatur desa,” tegas Aryawan.
Aryawan menambahkan, SIAPDes telah dirancang sesuai ketentuan Permendagri No. 47 Tahun 2016 tentang Administrasi Pemerintahan Desa.
Aplikasi ini memuat berbagai fitur pendukung, seperti buku administrasi, layanan data kependudukan, serta manajemen keuangan dan aset desa.
Bahkan, SIAPDes telah terintegrasi langsung dengan data kependudukan melalui kerja sama dengan Dinas Dukcapil Provinsi Kalteng.
“Integrasi dengan data kependudukan merupakan langkah strategis agar semua layanan di tingkat desa benar-benar akurat dan dapat dipertanggungjawabkan,” katanya.
Aryawan juga menyoroti bahwa pengembangan SIAPDes sejalan dengan kebijakan pembangunan desa berbasis Smart Village.
Ia menyebut, digitalisasi pemerintahan desa adalah bagian dari upaya mewujudkan tata kelola yang cepat, efektif, dan berdaya guna bagi masyarakat.
“Digitalisasi adalah jawaban atas tantangan birokrasi yang lambat. Dengan SIAPDes, pelayanan kepada masyarakat desa bisa lebih cepat dan terukur,” ujar Aryawan.
Dalam kesempatan itu, Aryawan juga menekankan pentingnya peningkatan kapasitas aparatur desa sebagai kunci sukses implementasi aplikasi ini.
Oleh karena itu, ia berharap peserta bimtek dapat mengikuti kegiatan secara serius dan mampu mengimplementasikan pengetahuan yang diperoleh di lapangan.
“Bimtek ini bukan sekadar pelatihan teknis, tetapi juga proses transformasi mindset aparatur desa menuju pemerintahan modern. Mari kita kawal bersama agenda besar ini demi Kalteng Berkah, Maju, dan Sejahtera,” pungkasnya.
Sebagai informasi, Bimtek SIAPDes diikuti oleh 194 peserta yang terdiri dari perwakilan aparatur desa dari seluruh kabupaten/kota di Kalimantan Tengah.
Kegiatan berlangsung selama tiga hari, mulai 21 hingga 23 Juli 2025, dan difokuskan pada pelatihan teknis penggunaan aplikasi serta integrasi data untuk mendukung efektivitas pelayanan desa.
(Sya'ban)












