KUALA KAPUAS – Hamparan padi menguning di Kecamatan Tamban Catur menjadi saksi kolaborasi besar antara pemerintah pusat, provinsi, dan daerah dalam memperkuat ketahanan pangan. Gubernur Kalimantan Tengah H Agustiar Sabran, didampingi Wakil Gubernur H Edy Pratowo, Bupati Kapuas H M Wiyatno, dan Wakil Bupati Kapuas Dodo, memimpin langsung Panen Raya Padi di Desa Warnasari.
Turut mendampingi jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Kalteng dan Kabupaten Kapuas, Sekretaris Daerah Kabupaten Kapuas Usis I Sangkai, camat dari empat kecamatan sekitar, para kepala desa, hingga mahasiswa KKN dari Universitas Palangka Raya dan STAI Kapuas. Suasana di lapangan tak hanya diwarnai suara mesin panen, tetapi juga canda tawa petani yang menuai hasil kerja berbulan-bulan.
Bupati Wiyatno, dalam keterangannya Minggu 10 Agustus 2025, menyebutkan lahan panen kali ini terdapat 339 hektare padi yang siap dipanen. Meski hanya sebagian kecil, Desa Warnasari mewakili potensi besar Kecamatan Tamban Catur sebagai salah satu sentra produksi padi di Kapuas.
“Dari luas tanam 4.954 hektare di kecamatan ini, kita perkirakan hasil gabah kering giling mencapai 15.460 ton, setara 10.049 ton beras,” ujarnya.
Berdasarkan data ATR/BPN, Kabupaten Kapuas memiliki 45.012 hektare lahan baku sawah. Tahun ini, target luas tanam ditetapkan 80.000 hektare, dan hingga awal Agustus telah tercapai 62.377,4 hektare atau 78 persen. Pemerintah juga menjalankan dua program strategis, yakni optimalisasi lahan (Oplah) seluas 2.990 hektare dan cetak sawah rakyat 40.799 hektare untuk meningkatkan indeks pertanaman dan produktivitas.
Khusus di Tamban Catur, realisasi tanam hingga 7 Agustus 2025 baru mencapai 68 persen dari target 7.200 hektare. Wiyatno mengajak petani, penyuluh, dan dinas terkait untuk mengejar target tersebut. “Kerja keras kita akan menentukan keberhasilan program pangan nasional,” tegasnya.
Untuk mendukung produktivitas, pada 2025 pemerintah telah menyalurkan 25 unit combine harvester dan 10 unit rotavator kepada brigade pangan dan kelompok tani di Kapuas. Bantuan ini diharapkan mampu mempercepat proses panen dan olah tanah.
Capaian Kapuas dalam penyediaan pangan tidak main-main. Data tahun 2024 menunjukkan surplus produksi beras lebih dari 50 persen, menyumbang 51.765 ton atau 23 persen dari total kebutuhan beras Kalimantan Tengah. Angka ini menjadikan Kapuas kontributor terbesar pangan di provinsi tersebut.
“Prestasi ini hasil kerja keras semua pihak. Kita akan terus memaksimalkan potensi lahan demi kesejahteraan masyarakat, sekaligus menjadikan Kapuas dikenal sebagai lumbung pangan bukan hanya di tingkat provinsi, tetapi juga nasional,” tutup Bupati Wiyatno. (ds)












