PULANG PISAU – Ribuan warga tumpah ruah mengikuti Pawai Budaya Nusantara Tahun 2025 yang digelar Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau, Senin 11 Agustus 2025. Acara ini menjadi puncak semarak perayaan HUT Kabupaten Pulang Pisau ke-23 dan HUT Kemerdekaan RI ke-80, sekaligus wujud nyata persatuan berbagai suku dan budaya di daerah ini.
Start dari Taman Sumbu Kurung dan finis di Lapangan Handep Hapakat, pawai menampilkan keragaman etnis, bahasa, dan adat istiadat yang hidup harmonis di Pulang Pisau. Bupati H Ahmad Rifa'i didampingi Wakil Bupati, Sekda, Ketua DPRD, Forkopimda, serta seluruh jajaran OPD turut hadir memeriahkan jalannya kegiatan.
“Alhamdulillah pawai berjalan lancar. Kita melihat langsung bagaimana masyarakat dari berbagai suku dan bahasa bersatu dalam satu acara budaya ini. Partisipasi semua pihak luar biasa,” ungkap Bupati Ahmad Rifa'i.
Ia menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh peserta dan panitia yang telah sukses menyelenggarakan pawai ini. Menurutnya, kegiatan budaya seperti ini bukan hanya hiburan, tetapi juga media perekat persaudaraan dan pelestarian nilai-nilai kearifan lokal.

Dalam kesempatan itu, Bupati juga mengabarkan bahwa Pulang Pisau baru saja resmi menjadi anggota Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI). Keanggotaan ini diputuskan dalam pertemuan JKPI di Yogyakarta, yang turut dihadirinya bersama jajaran. “Presiden JKPI sudah menetapkan Pulang Pisau masuk sebagai anggota. Tahun depan pertemuan akan digelar di Ternate,” ujarnya.
Keanggotaan JKPI membuka peluang lebih besar bagi Pulang Pisau untuk memperkenalkan dan melestarikan situs-situs budaya yang dimiliki, baik berupa warisan benda maupun tak benda.
“Kita sudah menyampaikan beberapa situs budaya ke JKPI agar tercatat resmi sebagai milik Kalimantan Tengah yang diwakili Pulang Pisau,” tambahnya.
Pawai Budaya Nusantara 2025 menjadi simbol bahwa Pulang Pisau tidak hanya kaya akan keberagaman, tetapi juga siap berperan aktif dalam jaringan pelestarian pusaka nasional. Keikutsertaan seluruh elemen masyarakat menunjukkan kuatnya komitmen menjaga warisan budaya bersama.
Dengan semangat HUT ke-23 Pulang Pisau dan HUT ke-80 RI, pemerintah daerah berharap momentum ini menjadi penguat rasa persatuan dan motivasi untuk terus membangun daerah tanpa meninggalkan akar budaya yang menjadi identitas bersama. (ds)












