SAMPIT – Perang melawan narkoba di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) semakin gencar. Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Kotim tak tinggal diam, kali ini mereka menyasar Kecamatan Telaga Antang dengan langkah tegas: menggelar sosialisasi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba serta Prekursor Narkotika (P4GN-PN), disertai tes urine massal.
Sebanyak 367 Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Tenaga Kontrak di lingkup kecamatan tersebut diwajibkan menjalani tes urine. Kegiatan ini berlangsung pada Rabu, 13 Agustus 2025, dan menjadi bagian dari upaya BNK memastikan para aparatur bebas dari pengaruh barang haram.
Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen serius pemerintah daerah dalam menciptakan lingkungan kerja yang bersih dari narkoba, khususnya di kalangan aparatur negara.
Kegiatan dipimpin langsung oleh Ketua BNK Kotim, Irawati yang juga melibatkan aparat penegak hukum dari TNI, Polsek Telaga Antang, Danramil, Satpol PP serta seluruh staf kecamatan dan perwakilan desa. Kolaborasi ini mempertegas bahwa perang terhadap narkoba adalah tanggung jawab bersama.
Dalam sambutannya Irawati menyampaikan tujuan melakukan tes urine bagi ASN atau Tekon adalah untuk memberikan pemahaman dan meningkatkan kesadaran semua pihak akan bahaya narkoba.
“Meningkatkan pemahaman, mempedomani dan melaksanakan P4GN-PN dari ASN di lingkup Pemerintahan Kotim serta meningkatkan kesadaran semua pihak akan bahaya narkoba,” kata Irawati.
Kapolsubsektor Telaga Antang, Aiptu Yoyo Prasetio sangat mengapresiasi kegiatan tersebut dan mendukung penuh pemberantasan narkoba.
“Saya mengapresiasi kegiatan ini, dan mendukung penuh pemberantasan narkoba di lingkungan Kotim,” kata Aiptu Yoyo Prasetio.
Untuk itu, ia juga berharap melalui sosialisasi P4GN-PN ini bisa menjadi pertimbangan untuk seluruh ASN dan masyarakat agar tidak lagi mengkonsumsi obat-obatan terlarang atau narkoba. Ia juga mengatakan bahwa ASN atau Tekon yang tidak hadir hari ini akan dipanggil ke Sampit untuk menjalani tes di Labkesda.
“Mudah-mudahan melalui sosialisasi ini bisa jadi pertimbangan untuk masyarakat tidak lagi menggunakan obat-obatan terlarang dan untuk yang belum bisa hadir hari ini nanti akan dipanggil untuk melakukan test di Labkesda,” pungkasnya.
(Utomo)












