PBS Masih Beli BBM di Luar Daerah, Wagub Kalteng: Potensi PAD Bisa Capai Rp 3 Triliun

IST/BERITASAMPIT - Ilustrasi Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). menyoroti masih banyak perusahaan besar swasta (PBS) yang membeli BBM di luar daerah. SYA'BAN/BERITASAMPIT - Wakil Gubernur H. Edy Pratowo saat memberikan penjelasan terkait dukungan Pemprov terhadap Program 3 Juta Rumah di Bundaran Besar , Jumat pagi, 29 Agustus 2025.

-Pemerintah Provinsi (Pemprov) (Kalteng) menilai sektor Bahan Bakar Minyak (BBM) memiliki potensi besar untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Potensi itu diperkirakan bisa mencapai Rp3 triliun apabila seluruh perusahaan membeli kebutuhan BBM mereka di wilayah Kalteng.

Wakil Gubernur Kalteng, H. Edy Pratowo, mengungkapkan bahwa realisasi PAD dari sektor BBM saat ini baru sekitar Rp1,2 triliun. Artinya, masih ada peluang besar yang belum tergarap secara optimal.

“Kalau itu sedang kita inventarisasi, potensi-potensi yang bisa kita himpun karena dari BBM itu (PAD nya) sampai Rp3 triliun, kalau sekarang Rp1,2 lebih yang diperoleh,” ujarnya saat ditemui di Bundaran Besar , Jumat pagi, 29 Agustus 2025.

Menurut Edy, rendahnya capaian PAD dari sektor BBM disebabkan masih banyak perusahaan yang membeli kebutuhan energi di luar Kalteng.

Padahal, jika seluruh Perusahaan Besar Swasta (PBS) berpartisipasi membeli BBM di daerah setempat, kontribusi untuk pembangunan Kalteng akan jauh lebih signifikan.

“Potensi (PAD) nya sampai Rp3 triliun kalau kita bisa, teman-teman itu bisa berpartisipasi untuk mengambil BBM nya di wilayah kita,” tegasnya.

Untuk itu, berencana memanggil perusahaan dan menggelar rapat koordinasi di tiga zona wilayah, yakni barat, timur, dan tengah.

Dalam forum itu, pemerintah akan meminta komitmen perusahaan agar taat aturan serta berkontribusi dalam meningkatkan PAD melalui pajak dan pembelian BBM di daerah.

Pemprov berharap langkah ini bisa menutup kesenjangan antara potensi dan realisasi PAD, sekaligus memperkuat kemandirian fiskal daerah.

(Sya'ban)

baca juga ...  Menhut Raja Juli: Karhutla Berhasil Dikurangi 700 Ribu Hektare dalam Empat Tahun
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!