SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) memastikan keamanan di 17 kecamatan masih terjaga. Pemantauan intensif dilakukan menyikapi dinamika situasi yang tengah bergejolak di sejumlah kota besar, termasuk Jakarta.
Plt Kepala Badan Kesbangpol Kotim, Rihel, menyampaikan pihaknya terus memperbarui informasi perkembangan wilayah dengan berkoordinasi bersama camat dan kepala desa.
“Kami rutin memantau langsung melalui camat di setiap kecamatan. Hingga saat ini laporan seluruh camat menyatakan wilayah masing-masing masih kondusif,” ujarnya, Rabu 3 September 2025.
Ia menambahkan, masyarakat di tingkat kecamatan cenderung tidak terpengaruh isu politik nasional. Namun, warga lebih sensitif terhadap persoalan lokal, terutama terkait sengketa lahan, plasma, maupun isu yang mengandung unsur SARA.
“Kalau politik di kota besar jarang memengaruhi masyarakat kecamatan. Justru mereka lebih mudah terpancing isu seperti lahan dan SARA. Jika hal ini terdeteksi, kami langsung melakukan langkah pencegahan agar tidak berkembang,” jelasnya.
Menurut Rihel, deteksi dini menjadi kunci mencegah potensi konflik. Karena itu, Kesbangpol selalu menjaga komunikasi aktif dengan pemerintah kecamatan maupun desa, sehingga setiap informasi cepat ditangani.
Hingga kini belum ada laporan menonjol terkait gangguan keamanan di Kotim. “Semua masih terkendali. Harapan kita kondisi ini terus terjaga,” tambahnya.
Kesbangpol juga mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan di lingkungannya. Menurut Rihel, stabilitas daerah hanya dapat tercapai apabila seluruh pihak berperan aktif.
“Kami mengajak masyarakat agar menjaga keamanan di lingkungan masing-masing. Kondusifitas adalah modal utama bagi pembangunan,” pungkasnya. (nardi)












