KUALA KAPUAS – Pemerintah Kabupaten Kapuas memastikan langkah nyata dalam memperkuat akses layanan kesehatan di wilayah terpencil. Kepala Dinas Kesehatan Kapuas, dr. Tonun Irawaty Panjaitan, resmi menandatangani Berita Acara hasil Rapat Analisis Kajian Akademis pembentukan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Rumah Sakit Kelas D Pratama Pujon, Rabu 3 September 2025.
Penandatanganan ini dilakukan bersama Bagian Organisasi dan Tata Laksana (Ortal) Sekretariat Daerah Kapuas. Dokumen tersebut menjadi pijakan penting bagi pemerintah daerah untuk melangkah ke tahap berikutnya dalam pendirian rumah sakit baru di wilayah Pujon.
Menurut dr. Tonun, keberadaan RS Pratama Pujon dirancang untuk menjawab kebutuhan dasar masyarakat di kawasan yang jauh dari pusat pelayanan kesehatan.
“Ini adalah upaya strategis mendekatkan layanan kesehatan, agar masyarakat di daerah terpencil tidak lagi kesulitan mendapatkan penanganan medis,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa proses pendirian rumah sakit tidak hanya berhenti pada aspek kajian, tetapi juga membutuhkan sinergi lintas sektor. Mulai dari kelengkapan administrasi, kejelasan legalitas, kesiapan teknis, hingga sumber daya manusia harus dipastikan sesuai standar.
“Dengan adanya komitmen bersama ini, kami ingin memastikan bahwa RS Pratama Pujon tidak hanya berdiri, tetapi juga mampu memberikan layanan berkualitas yang dibutuhkan masyarakat,” tambahnya.
Penandatanganan Berita Acara ini disebut sebagai wujud keseriusan pemerintah daerah dalam mempercepat pembangunan bidang kesehatan. Hasil kajian akademis yang telah ditandatangani kini menjadi dasar formal untuk diajukan ke tingkat selanjutnya sesuai peraturan yang berlaku.
Selain memperluas akses, RS Kelas D Pratama Pujon diharapkan dapat meningkatkan mutu layanan kesehatan di Kapuas secara menyeluruh. Kehadirannya akan mengurangi beban fasilitas kesehatan yang ada di kota sekaligus memperpendek jarak tempuh warga untuk memperoleh layanan.
“Ini adalah investasi jangka panjang bagi kesehatan masyarakat Kapuas. Semoga prosesnya berjalan lancar, sehingga manfaatnya segera bisa dirasakan,” pungkas dr. Tonun. (ds)












