SAMPIT – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) Kotawaringin Timur (Kotim) menggelar seminar pendidikan politik bagi kader, organisasi kepemudaan, mahasiswa, dan masyarakat pada Sabtu 6 September 2025.
Ketua DPD PAN Kotim, M Rudini Darwan Ali menyampaikan bahwa kegiatan ini dirangkaikan dengan momentum Hari Ulang Tahun (HUT) PAN ke-27 dengan tema meningkatkan wawasan kebangsaan bagi kader PAN dan pemuda-pemudi Kotim.
“Pendidikan politik sangat penting bagi masyarakat maupun generasi muda sebagai penerus tongkat kepemimpinan kedepannya,” ungkapnya.
Ia menegaskan, PAN tetap berkomitmen hadir di tengah masyarakat dengan menjaga etika politik serta keberpihakan kepada rakyat.
“Indonesia saat ini sedang menghadapi kondisi yang kritis. Kami ingin mengingatkan kembali bahwa pengurus maupun anggota dewan dari PAN harus sensitif terhadap kebutuhan masyarakat. PAN terbuka, dan akan menindak tegas jika ada pelanggaran etika,” ujar Rudini.
Ia juga menyampaikan apresiasi terhadap masyarakat Kotim yang selama ini menyalurkan aspirasi melalui aksi demo secara kondusif. Menurutnya, suara masyarakat merupakan hak yang wajib dihormati, baik terkait isu nasional maupun permasalahan daerah.
“Suara kalian adalah hak, dan PAN menyadari sejatinya DPR itu untuk masyarakat. Simbol matahari yang dimiliki PAN adalah tanda bahwa matahari tidak akan menghilang, dia akan terus muncul, dan selama ada matahari, masyarakat tidak akan kehilangan harapan,” tambah Rudini.
Sementara itu, Ketua POK DPW PAN Kalteng, Max Frady Sitaniapessy, yang secara resmi membuka seminar, pendidikan politik sangat penting untuk masyarakat karena merupakan pondasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Ia juga mengingatkan agar kader PAN bijak menggunakan media sosial. Ia menilai, perkembangan teknologi tidak bisa dihindari, sehingga harus dimanfaatkan dengan baik demi kemajuan bersama.
Begitu pula masyarakat dengan memiliki wawasan pendidikan politik bisa lebih memilah informasi viral yang beredar di media sosial apakah benar atau tidak dan berpikir kritis.
“Media sosial bisa membawa manfaat, tapi juga bisa menimbulkan masalah jika salah digunakan. Karena itu, kader PAN di Kotim harus semakin bijak dalam memanfaatkan kemajuan teknologi ini,” kata Max Frady yang juga menjadi narasumber dalam kegiatan seminar.
Selain seminar, kegiatan ini juga dirangkai dengan pembagian paket sembako bagi masyarakat yang membutuhkan.
Paket tersebut akan dibagikan ke masyarakat sekitar dan merupakan bagian dari program distribusi bahan pangan yang digagas Kementerian dan turut didukung Kader PAN Kotim.
“Semoga bantuan ini bisa bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkan. Terima kasih kepada semua pihak yang ikut membantu kegiatan sosial ini,” ungkap Sekretaris PAN Kotim Ayu Pramita.
(Nardi)











