PALANGKA RAYA – Forum Kebangsaan Ormas dan Paguyuban Kalimantan Tengah terus memantapkan perannya sebagai wadah komunikasi, silaturahmi, sekaligus koordinasi lintas organisasi masyarakat. Forum ini menjadi ruang berkumpul bagi puluhan ormas dan paguyuban lintas suku, agama, serta komunitas di daerah.
Koordinator Forum, Adhie Abdianor, menyebut keberadaan Forum Kebangsaan lahir dari kesadaran kolektif pentingnya kebersamaan dalam menjaga kondusifitas daerah. Hingga kini, lebih dari 40 organisasi telah tergabung dan aktif berpartisipasi.
“Forum ini terbentuk sebagai ruang silaturahmi, komunikasi, sekaligus koordinasi antarormas dan paguyuban,”ucapnya, Rabu 10 September 2025.
Berbagai kontribusi telah ditunjukkan, mulai dari keterlibatan dalam pengamanan perayaan hari besar keagamaan, pendampingan kegiatan budaya, hingga sosialisasi bahaya hoaks di tingkat masyarakat.
“Langkah tersebut, merupakan bentuk partisipasi nyata Forum Kebangsaan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas),” tambahnya.
Kerja sama dengan aparat keamanan dan pemerintah daerah juga dijalankan secara rutin. Forum kerap berkoordinasi dengan Polri, TNI, dan Pemprov Kalteng untuk memperkuat sinergi menjaga stabilitas daerah.
“Meski begitu, tantangan di lapangan tetap ada. Hoaks, provokasi, hingga potensi konflik sosial masih menjadi persoalan yang harus dihadapi. Untuk itu, forum mengedepankan pendekatan persuasif, edukasi, serta pemanfaatan media sosial sebagai strategi utama,” lanjutnya.
Generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga kebhinekaan. Karena itu, mereka dilibatkan aktif dalam berbagai kegiatan sosial, budaya, hingga literasi digital.
“Kedepan, Forum Kebangsaan menyiapkan langkah strategis dengan memperkuat kapasitas organisasi, memperluas jejaring, serta memaksimalkan teknologi informasi sebagai sarana sosialisasi dan edukasi kamtibmas,” ungkapnya. (yud)












