Pemkab Kotim Tetapkan Status Siaga Darurat Banjir

IST/BERITASAMPIT - Banjir di wilayah Utara Kotim.

SAMPIT – Pemerintah Kabupaten (Kotim) resmi menetapkan status siaga darurat banjir selama 48 hari, mulai 12 September hingga 29 Oktober 2025, ini dilakukan setelah beberapa wilayah di daerah kecamatan mulai terendam banjir.

Asisten I Setda Kotim Rihel mengatakan keputusan itu diambil melalui rapat koordinasi lintas sektor yang melibatkan Basarnas, Polres, Kodim, , Balai Wilayah Sungai, serta dinas instansi terkait lainnya. 

Sudah beberapa wilayah mengalami banjir Cempaga Hulu, Telaga Antang, Antang Kalang Parenggean, Tualan Hulu, dan Mentaya Hulu, diperkirakan Kota Besi juga akan banjir karena wilayah rendah.

“Hari ini kita tetapkan status siaga darurat karena sudah ada beberapa wilayah terdampak banjir. Potensi banjir besar ke depan juga cukup tinggi, terutama di wilayah utara,” ujarnya.

Menurut Rihel, wilayah yang cukup rawan salah satunya di Kecamatan Kota Besi Hanjalipan karena merupakan dataran rendah dan tempat bertemunya dua sungai besar yaitu Sungai Tualan dan Sungai Mentaya sehingga sudah menjadi langganan banjir.

Dengan status siaga darurat, pemerintah kedepannya memiliki landasan untuk mengerahkan sumber daya dan membuka akses bantuan lebih cepat jika banjir semakin parah, melihat kondisi kedepannya bagaimana.

“Kami berharap tidak sampai banjir besar, tapi jika kondisi cuaca ekstrem terus terjadi, status siaga ini bisa dinaikkan menjadi tanggap darurat. Dengan begitu, bantuan dari berbagai pihak bisa segera disalurkan,” lanjut Rihel.

Status siaga kebakaran hutan dan lahan juga masih berlaku hingga tanggal 29 Oktober 2025, sehingga pemerintah maupun semua instansi terkait harus tetap waspada kebakaran lahan.

Karena kondisi hujan masih banyak terjadi di sebagian wilayah, sementara wilayah lain tidak turun hujan maka bisa terjadi karhutla.

baca juga ...  Fokus Pelayanan Pelabuhan, Pelindo Sampit Siap Berkolaborasi Atasi Isu Jalan Rusak

“Bisa wilayah hulu banjir, tapi wilayah hilir kering, status ini bisa berjalan bersamaan, ini yang harus kita atasi bersama dengan keterbatasan personel, namun kita upayakan maksimal,” ujarnya.

Sementara itu Kepala BPBD Kotim Multazam menyebutkan 6 kecamatan dengan 17 yang sudah melaporkan terjadi banjir.

“Kalau terlapor ada 17 , sementara yang tidak melapor bisa lebih, mungkin mereka beranggapan hanya banjir lewat saja,” ungkapnya.

Selain itu, di Kuala Kuayan termonitor adanya badan jalan terendam sepanjang 7,3 kilometer menghambat jalur distribusi kegiatan masyarakat, akan terus di-update informasi dari kecamatan.

Ia berharap banjir luapan bisa segera selesai, namun dari prakiraan cuaca, akhir September hujan ekstrem masih akan terjadi sehingga Multazam mengingatkan masyarakat tetap waspada, terutama di bantaran sungai.

Personel dan alat juga terbatas, terlebih jarak jangkauan juga cukup jauh yang menjadi kendala tim BPBD.

BPBD berharap koordinasi kades masing-masing camat atau semua pihak juga bisa terlibat dalam penanggulangan bencana banjir, memberikan warning pada masyarakat jangan sampai ada korban jiwa.

Pesan peringatan juga disampaikan melalui grup media sosial, BPBD mengingatkan warga untuk mengamankan barang berharga, karena banjir bisa cepat naik, terutama saat malam hari ketika masyarakat tengah beristirahat.

“Kami imbau warga mengamankan barang berharga, termasuk dokumen penting, untuk mengantisipasi banjir yang datang tiba-tiba, terutama pada malam hari karena saat beristirahat biasanya tidak siap dan panik,” ucapnya.

Ia menambahkan banjir perkotaan juga diwaspadai juga ada hujan cukup deras diiiringi saat pasang sungai Mentaya maka akan meluap air tak bisa kemana-mana. Hanya bisa menunggu air sungai surut. 

“Semoga situasi bisa dilewati dengan aman terkendali, dan personel TNI Polri juga sudah siap membantu kegiatan penanggulangan bencana banjir ini,” ungkapnya. (nardi)

baca juga ...  Warga Keluhkan Kondisi Jalan Pramuka Sampit Rusak Parah-Belum Diperbaiki
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!