Pemkab Kotim Lakukan Upaya Penanggulangan AIDS, Tuberkulosis-Malaria melalui Lokakarya

NARDI/BERITASAMPIT - Pembukaan Kegiatan Lokakarya Penyusunan Dokumen Perencanaan terkait AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria (ATM) di Sampit.

SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Timur (Kotim) secara resmi membuka kegiatan Lokakarya Penyusunan Dokumen Perencanaan terkait AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria (ATM) yang berlangsung di Aquarius Boutique Hotel Sampit, Selasa 16 September 2025. Kegiatan ini diinisiasi oleh Asosiasi Dinas (Adinkes) (Kalteng).

Staf Ahli Bupati Kotim, Wim RK Benung, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh pihak yang hadir serta menunjukkan komitmen dalam upaya penanggulangan HIV/AIDS, tuberkulosis, dan malaria di daerah ini. 

Menurutnya, kehadiran dan partisipasi seluruh peserta sangat penting agar bersama-sama mampu menyusun rencana strategis yang komprehensif, terukur, dan berkelanjutan.

Ia menegaskan, pembangunan bidang sebagai salah satu urusan wajib daerah harus sejalan dengan RPJMN 2025-2029 maupun RPJMD Provinsi Kalteng 2025-2029. Karena itu, perencanaan tahun 2026 pun diarahkan mengacu pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 10 Tahun 2025 tentang Pedoman Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah Tahun 2026.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa pembangunan , khususnya pencegahan dan pengendalian penyakit, merupakan bagian penting dalam meningkatkan kualitas manusia Indonesia. 

Pemerintah bahkan telah menetapkan target eliminasi AIDS, tuberkulosis, dan malaria pada tahun 2030, sehingga seluruh upaya di setiap tingkatan harus mengacu pada target tersebut.

Peraturan Presiden Nomor 67 Tahun 2021 mengatur peran berbagai sektor, termasuk non-, dalam penanggulangan tuberkulosis. Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan juga menekankan pentingnya kemitraan efektif di daerah. 

“Selain itu, Permendagri Nomor 59 Tahun 2021 tentang Standar Pelayanan Minimal telah memasukkan penanggulangan HIV/AIDS dan tuberkulosis ke dalam pelayanan dasar yang wajib dilaksanakan pemerintah daerah,” tambahnya.

Wim menekankan bahwa upaya eliminasi HIV/AIDS, tuberkulosis, dan malaria membutuhkan kerja sama lintas sektor secara nyata. Untuk itu, 

baca juga ...  Hingga H-3 Lebaran Total 7.310 Pemudik Diberangkatkan dari Pelabuhan Sampit

Petunjuk Teknis Integrasi (PTI) ATM yang disusun Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian menjadi acuan penting dalam pelaksanaan di daerah. 

PTI tersebut memberikan arahan bagaimana mengintegrasikan program ATM ke dalam dokumen perencanaan pembangunan daerah, baik jangka menengah (RPJMD dan Renstra) maupun tahunan (RKPD, Renja, dan RKA-APBD).

“Dengan demikian, kegiatan prioritas untuk AIDS, tuberkulosis, dan malaria dapat direncanakan, dianggarkan, serta dilaksanakan sesuai dengan tingkat endemisitas masing-masing daerah. Semoga lokakarya penyusunan dokumen perencanaan ini benar-benar menghasilkan strategi yang efektif dan menjadi langkah nyata menuju eliminasi HIV/AIDS, tuberkulosis, dan malaria pada tahun 2030,” pungkasnya.

Sementara itu, Penanggung Jawab ATM Adinkes Kalteng, Yulka Susana, menyampaikan bahwa kegiatan ini mengedepankan koordinasi antar-Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam penyusunan rencana kerja terkait ATM. Ada tiga daerah yang menjadi fokus atau lokus program, yakni , , dan Kotim.

Tujuan dari kegiatan ini adalah menyusun rencana kerja bersama terkait ATM dengan melibatkan OPD terkait seperti Bapperida, Dinas Pemberdayaan Masyarakat , BKAD, kecamatan, kelurahan dan lainnya. 

“Pemkab juga dilibatkan bersama perusahaan melalui program CSR. Semua diarahkan pada target eliminasi tahun 2030 yang ditetapkan Kementerian ,” ujarnya.

Yulka menjelaskan, program lokus ATM di Kalteng sebenarnya sudah berjalan sekitar empat tahun. Kotim dipilih bukan semata-mata karena tingginya kasus, melainkan bagian dari strategi pemerintah dalam menguatkan daerah prioritas. Ia menilai, dengan adanya rencana kerja yang sudah mulai disusun, dapat dilihat bahwa pemkab sudah peduli terhadap isu ini.

“Secara garis besar, tadi sudah ada rencana kerja yang masuk terkait ATM, artinya pemkab sudah menunjukkan komitmen. Kami optimistis tahun 2030 target eliminasi bisa tercapai. Tingkat di Kalteng juga terus membaik sesuai data yang ada. Ditambah dukungan anggaran, kegiatan ATM melalui program lokus ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas masyarakat Kalteng secara menyeluruh,” tandasnya. (nardi)

baca juga ...  Napi Narkoba Laporkan Penyidik ke Polres Kotim
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!