KUALA KAPUAS – Bupati Kapuas H.M. Wiyatno menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pemerataan pembangunan di seluruh kecamatan melalui program andalan “1 Desa 1 Miliar” yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing wilayah, jumat 19 September 2025.
Menurutnya, keadilan dalam pembangunan bukan berarti memberi hal yang sama, melainkan membagi sesuai kebutuhan daerah. “Kalau kakak dan adik diberi uang dengan jumlah sama, itu bukan adil. Adil itu ketika kita membagi kue pembangunan berdasarkan keperluan,” tegasnya saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Kelurahan Pulau Kupang, Kecamatan Bataguh.
Program “1 Desa 1 Miliar”, kata Wiyatno, diprioritaskan pada lima tahun pertama untuk pembangunan jalan poros dan penghubung antar desa. Tahun ini, pemerintah mulai membuka akses menuju Desa Terusan dan beberapa desa sekitarnya, serta merencanakan penataan kawasan Kecamatan Bataguh, termasuk pembangunan kembali kantor lurah Pulau Kupang yang hampir roboh.
Selain itu, Wiyatno juga menyiapkan pembangunan jalur baru dari Sei Jangkit ke Tamban Luar sepanjang tujuh kilometer yang ditargetkan rampung pada 2026. Jalur tersebut akan memudahkan masyarakat Kapuas Kuala dan Tamban Catur menuju kota Kapuas tanpa harus memutar jauh ke kilometer 9. “Dari Jembatan Besi di kilometer 1 juga akan kita buka akses baru ke Anjir hingga kilometer 9,” jelasnya.
Di bidang pertanian, Wiyatno mendorong peningkatan pola tanam di Bataguh agar petani bisa panen hingga tiga kali dalam setahun. Pemerintah daerah berkomitmen menyediakan bibit padi lokal dan unggul, sementara Petugas Penyuluh Lapangan diminta membimbing petani agar target itu tercapai.
Tak hanya padi, sektor perikanan dan peternakan juga masuk dalam fokus pembangunan. Pemkab Kapuas melalui Balai Benih Ikan menyiapkan bibit ikan untuk masyarakat sehingga lahan pekarangan dapat dimanfaatkan menjadi kolam. “Dengan begitu, selain menanam padi, warga juga bisa beternak ikan sebagai tambahan penghasilan,” ungkapnya.
Wiyatno menyebut Kecamatan Bataguh merupakan wilayah terpadat kedua setelah Kecamatan Selat sehingga harus terus mendapat perhatian serius agar tidak lagi terisolasi. Ia menegaskan pemerintahannya bersama Wakil Bupati Dodo berkomitmen menghadirkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkeadilan.
“Sudah tujuh bulan kami menjalankan amanah ini, dan program Satu Desa Satu Miliar adalah bukti nyata janji kampanye kami. Harapannya bisa berjalan baik, lancar, dan benar-benar membawa manfaat bagi masyarakat Kapuas,” tutup Wiyatno. (ds)












