SAMPIT – Drama adu penalti mengantar Cempaga All Star sebagai satu-satunya wakil Kotawaringin Timur (Kotim) yang masih bertahan di Gubernur Cup Zona Barat Kalimantan Tengah. Tim kebanggaan Cempaga ini menyingkirkan tetangga dekatnya, Cempaga Hulu FC, lewat duel sarat emosi yang berakhir dengan skor 4-2 di babak tos-tosan.
“Luar biasa, sungguh luar biasa, saya selaku pelatih merasa sangat bangga pada pemain Cempaga All Star, karena pemain kami 100 persen produk lokal Cempaga,” kata Pelatih Cempaga All Star, Agus Suprianto, Kamis 2 Oktober 2025.
Ia menyampaikan pertandingan antara Cempaga All Star melawan tim kecamatan tetangga, Cempaga Hulu FC, berlangsung begitu dramatis.
Selama pertandingan, ia menilai timnya bermain cukup baik dengan menciptakan beberapa peluang, tetapi pertahanan lawan juga sangat solid. Laga yang ketat itu berakhir imbang 0-0 hingga peluit panjang.
“Masuk ke babak adu penalti, saya menilai hal ini adalah soal mentalitas dan ketenangan. Kami selalu percaya pada kiper tim, Edwin, dan dia membuktikannya hari ini,” tegas Agus.
Para penendang juga menunjukkan ketenangan luar biasa di bawah tekanan. Pelatih hanya berpesan kepada para pemain untuk tetap tenang dan percaya pada diri mereka sendiri.
“Adu penalti itu seperti lotre, tapi juga butuh ketenangan. Kami sudah berlatih untuk situasi ini. Saya memberi tahu mereka, ‘Lihat saja bola, tendang ke sudut yang kalian inginkan, dan jangan berpikir berlebihan atau terpengaruh situasi lain,'” ungkapnya.
Ia juga memberikan dukungan penuh kepada sang kiper dan mengingatkannya untuk tetap fokus. Menurutnya, kiper mereka adalah pahlawan pada pertandingan ini.
Sang kiper melakukan beberapa penyelamatan penting sepanjang pertandingan, dan di adu penalti, dia benar-benar menjadi penyelamat.
“Saya selalu tahu dia memiliki kemampuan itu. Ketenangan dan instingnya sangat luar biasa. Dia layak mendapatkan pujian setinggi-tingginya,” ujarnya.
Dalam adu penalti, keberuntungan memang menjadi faktor. Namun, pelatih percaya keberuntungan itu juga hasil dari kerja keras pemain, dan Cempaga All Star pantas mendapatkannya.
Skor adu penalti berakhir 4-2 untuk kemenangan Cempaga All Star. Agus mengakui lawan mereka adalah tim yang sangat bagus dan patut dihormati. Cempaga Hulu membuat mereka bekerja ekstra keras.
“Rasanya seperti roller coaster. Emosi kami terkuras habis, tapi saya sangat percaya dengan para pemain. Mereka menunjukkan karakter luar biasa tanpa mengenal lelah. Itu perjuangan panjang, tapi pada akhirnya kami berhasil,” ungkap Agus.
Lolos ke semifinal adalah pencapaian besar. Cempaga All Star akan menikmati kemenangan tersebut, namun keesokan harinya langsung fokus menghadapi laga berikutnya.
Semifinal akan menjadi tantangan yang lebih besar karena mereka akan berhadapan dengan tim kabupaten tetangga, Persera Seruyan.
Pertandingan sebelumnya akan menjadi bahan evaluasi, sekaligus analisis untuk menghadapi lawan berikutnya, dengan memastikan seluruh pemain dalam kondisi terbaik.
Tim akan beristirahat sejenak, lalu kembali ke lapangan dalam kondisi prima. Laga semifinal Kamis 2 Oktober 2025 itu membawa harapan besar agar mereka bisa menang dan meraih tiket ke final.
“Tidak lupa saya ucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh tim, manajer, official, tim medis serta seluruh suporter yang setia memberi dukungan penuh. Untuk pertandingan semifinal, saya mohon doa dan dukungan suporter Cempaga All Star lebih besar demi meraih tiket ke final. Terima kasih,” pungkasnya. (Nardi)












