SAMPIT – Kejuaraan Sepak Bola Gubernur Cup zona barat Kalimantan Tengah (Kalteng) memasuki laga perebutan peringkat ketiga yang mempertemukan Cempaga All Star FC menghadapi Tunas Lamandau di Stadion 29 Nopember Sampit, Jumat 3 Oktober 2025.
Melalui turnamen ini Gubernur Kalteng Agustiar Sabran menyampaikan sepak bola bukan sekadar pertandingan mencari pemenang, melainkan sarana pembinaan generasi muda, mempererat persaudaraan, serta menjaga kondusifitas daerah.
“Sepak bola bisa jadi alat pemersatu. Dari lapangan hijau kita belajar sportivitas, kebersamaan, dan semangat juang. Saya ingin dari sini lahir talenta emas yang mengharumkan nama Kalteng, bahkan Indonesia,” katanya saat kegiatan pembukaan berlangsung.
Pertandingan pada sore itu dipadati suporter dari ketua tim, Cempaga All Star yang menjadi satu-satunya wakil Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) berusaha tampil maksimal untuk mengamankan posisi tiga besar. Sejumlah suporter dari Kecamatan Cempaga pun hadir memberi dukungan langsung dari tribun penonton.
Pertandingan berlangsung ketat pada awal babak pertama. Kedua tim lebih banyak bermain aman sambil mencari celah untuk melakukan serangan. Keadaan ini masih cukup seimbang, namun malapetaka menimpa Cempaga All Star setelah salah satu pemainnya diganjar kartu merah pada menit ke-28 sehingga harus bermain dengan 10 pemain.
Kondisi tersebut terlihat sangat berpengaruh dan berhasil dimanfaatkan Tunas Lamandau yang berhasil unggul 1-0 hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, permainan semakin agresif, hingga membuahkan hadiah penalti untuk tim Lamandau. Gol kedua lahir lewat eksekusi tenang pemain nomor punggung 23.
Setelah itu, serangan demi serangan terus dilancarkan dan Cempaga All Star kesulitan mengimbangi hingga gol tercipta dan skor menjadi 3-0.
Lamandau semakin bersemangat, namun sebaliknya Cempaga nampak mulai kehilangan harapan sehingga pundi-pundi gol terus tercipta, hingga peluit panjang dibunyikan, skor berakhir telak 6-0 untuk kemenangan Tunas Lamandau.
Pelatih Tunas Lamandau, Rejo Wahyu Suryanto, mengapresiasi kerja keras anak asuhnya yang rata-rata dengan usia muda.
“Hasil 6-0 ini adalah buah dari kerjasama dan teknik menyerang yang kami bangun selama dua kali 35 menit pertandingan,” ungkapnya.
Kemenangan tersebut merupakan kerja keras pemain yang sudah mereka bina dan latih dalam satu bulan terakhir, tak luput juga peran dari manajemen tim hingga berhasil masuk tiga besar zona barat yang dipastikan bisa lolos ke babak selanjutnya di tingkat provinsi Kalteng dimana para juara tiap zona akan bertemu.
“Kedepan tentu masih ada evaluasi untuk persiapan ke tahap selanjutnya, kami berharap performa di tingkat provinsi bisa lebih baik lagi,” pungkasnya.
(Nardi)












