Fraksi Demokrasi Bangsa DPRD Kobar Soroti Mahalnya Harga Elpiji Bersubsidi
PANGKALAN BUN – Juru bicara Fraksi Demokrasi Bangsa DPRD Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Musawer menyoroti mahalnya harga gas Elpiji (LPG) 3 kilogram (kg) dan sejumlah pohon di dipinggir jalan di Kota Pangkalan Bun yang rawan tumbang.
Menurut Musawer, banyak dikeluhkan dari aspirasi masyarakat khususnya harga LPG 3 kg berkaitan langsung dengan kehidupan sehari-hari warga dan memberatkan masyarakat kecil, ibu rumah tangga, dan pelaku UMKM. Untuk itu, dalam pandangan umumnya Fraksi Demokrasi Bangsa mendorong Pemerintah Daerah melakukan penyesuaian dan pengawasan harga, serta memastikan distribusi gas 3 kg berjalan lancer, serta menjamin ketersediaan dan menstabilkan harga LPG 3 kg agar tidak membebani rakyat kecil.
Hal tersebut disampaikan Musawer dalam Rapat Paripurna ke-5 Masa Persidangan I DPRD Kobar Tahun Sidang 2025/2026, yang digelar di ruang sidang DPRD, Selasa 7 Oktober 2025, dalam rangka penyampaian pemandangan umum fraksi-fraksi, terhadap pidato pengantar Bupati Kobar mengenai tiga Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda).
Dalam rapat yang dipimpin langsung oleh unsur pimpinan DPRD Kobar itu, seluruh enam fraksi menyatakan sepakat untuk membahas tiga Ranperda tersebut ke tahap selanjutnya.
Lanjut Musawer, Fraksi Demokrasi Bangsa meminta perhatian serius terhadap pohon-pohon besar di sepanjang jalan yang sudah menjulang tinggi dan berpotensi tumbang, terutama menghadapi musim hujan. Permintaan ini ditujukan kepada Dinas Lingkungan Hidup agar segera melakukan pemangkasan pohon untuk mencegah kecelakaan dan gangguan lalu lintas.
Fraksi Demokrasi Bangsa DPRD Kabupaten Kotawaringin Barat menyatakan sepakat dan menerima tiga buah Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) untuk dibahas pada tahapan selanjutnya. Adapun tiga Ranperda yang disetujui untuk dibahas lebih lanjut meliputi Ranperda tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026 beserta Nota Keuangan. Kemudian Ranperda tentang Pengelolaan Zakat, Infak, dan Sedekah, serta Ranperda tentang Perusahaan Perseroan Daerah Bank Perekonomian Rakyat Marunting Sejahtera.
“Tiga Ranperda ini memiliki tujuan strategis dalam memperkuat tata kelola pemerintahan dan perekonomian daerah, serta mewujudkan pengelolaan sumber daya yang profesional, transparan, dan berorientasi pada kemajuan daerah.
Fraksi Demokrasi Bangsa menyatakan bahwa seluruh proses pembahasan lanjutan terhadap ketiga Ranperda akan dikawal dengan semangat kebersamaan dan prinsip keadilan, demi terwujudnya pembangunan daerah yang berkelanjutan dan merata.
“Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, kami sepakat untuk melanjutkan pembahasan ketiga Ranperda tersebut sesuai mekanisme yang berlaku,” pungkas Musawer. (man)












