SAMPIT – Latihan simulasi gabungan pemadaman kebakaran pada bangunan digelar di Markas Komando (Mako) Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Rabu 8 Oktober 2025.
Kegiatan ini sempat membuat warga sekitar terkejut karena suara sirine mobil pemadam yang meraung-raung di sekitar lokasi. Namun ternyata, suara itu berasal dari simulasi gabungan yang melibatkan berbagai unsur, seperti petugas damkar, relawan, dan instansi terkait.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kotim, Atimaraahini, menyampaikan apresiasi kepada Bupati Kotim Halikinnor yang selalu memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan peningkatan kesiapsiagaan tersebut.
Menurutnya, latihan ini diikuti 40 personel dari Dinas Damkar, relawan, PMI, serta partisipan dari berbagai instansi. Sebelum praktik lapangan, peserta terlebih dahulu menerima materi teori dari Kepala BPBD Kotim.
“Tujuannya agar petugas memahami tugas masing-masing, bekerja cepat, efektif, dan efisien demi keselamatan masyarakat,” jelasnya.
Atimarahahini menambahkan, kegiatan ini juga memperkuat sinergi antara petugas dan relawan di lapangan.
“Para Relawan inilah yang biasanya lebih cepat tiba di lokasi karena berada di tiap kecamatan. Dengan simulasi ini, mereka juga bisa belajar teknik pemadaman yang benar,” katanya.
Ia berharap kemampuan dan keterampilan relawan terus meningkat serta mendapat dukungan peralatan yang memadai. Tahun ini, Pemkab Kotim telah menambah 40 set alat pelindung diri (APD) baru untuk mendukung keselamatan petugas.
Asisten I Setda Kotim, Rihel, yang turut hadir dalam kegiatan itu menilai simulasi bersama ini penting untuk memperkuat koordinasi dan komunikasi di lapangan.
“Latihan seperti ini membuat para petugas dan relawan saling mengenal, memahami siapa yang memimpin, dan menghindari miskomunikasi saat kondisi darurat,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya memperhatikan keselamatan diri saat bertugas di lapangan yang kerap penuh risiko. (nardi)












