PALANGKA RAYA – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), H. Agustiar Sabran, menegaskan bahwa kunci kemajuan daerah terletak pada peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan dan kerja sama internasional.
Hal itu disampaikan Gubernur saat menyambut kunjungan Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Sergei Tolchenov, dan anggota Komisi IX DPR RI dalam acara Hasupa Hasundau di Istana Isen Mulang, Palangka Raya, Senin malam, 6 Oktober 2025.
Dalam sambutannya, Agustiar mengatakan kunjungan delegasi Rusia dan Komisi IX DPR RI menjadi momen penting untuk memperkuat hubungan diplomatik dan membuka peluang kolaborasi di berbagai bidang strategis, khususnya pendidikan, energi, dan pembangunan daerah.
“Ini menjadi momentum untuk menjalin silaturahmi, sekaligus menggali potensi kerja sama ke depan, untuk kemajuan pembangunan Kalimantan Tengah,” ujar Agustiar.
Ia menekankan bahwa pembangunan Kalimantan Tengah tidak bisa hanya bertumpu pada potensi sumber daya alam, tetapi harus dibarengi dengan peningkatan kualitas manusia melalui akses pendidikan yang merata hingga ke pelosok. “Visi misi kami Satu Rumah Satu Sarjana dan dimulai dari pedalaman,” tegasnya.
Agustiar menjelaskan, program tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah provinsi untuk menciptakan generasi berpendidikan tinggi di setiap keluarga, terutama di wilayah pedalaman.
Ia percaya bahwa dengan pendidikan, masyarakat Kalteng dapat berdaya saing dan mampu mengelola potensi daerahnya sendiri.
“Kami ingin anak-anak dari desa, dari pedalaman, punya kesempatan yang sama untuk menggapai pendidikan tinggi dan menjadi pemimpin di masa depan,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Agustiar juga menyinggung hubungan panjang antara Rusia dan Kalimantan Tengah.
Ia menceritakan sejarah pembangunan Jalan Tjilik Riwut sepanjang 34 kilometer dari Palangka Raya ke Tangkiling yang dikenal sebagai Jalan Rusia karena dibangun melalui kerja sama dengan Pemerintah Rusia pada tahun 1965.
“Kalimantan Tengah dan Rusia punya ikatan sejarah panjang. Jalan itu bukti nyata persahabatan kedua negara yang sudah terjalin sejak lama,” ungkapnya.
Menurut Agustiar, sejarah tersebut menjadi simbol penting semangat persahabatan dan pembelajaran lintas negara. Ia berharap kerja sama baru dengan Rusia dapat diarahkan pada bidang pendidikan, penelitian, dan pengembangan energi ramah lingkungan.
“Hubungan ini bukan hanya soal infrastruktur, tapi juga pertukaran pengetahuan dan teknologi untuk membangun masa depan Kalimantan Tengah,” ujarnya.
Gubernur juga mengapresiasi kehadiran Komisi IX DPR RI yang melakukan pengawasan terhadap program nasional seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), pemberantasan TBC, dan peningkatan layanan kesehatan.
Ia menilai kolaborasi antara pusat dan daerah penting untuk memastikan program nasional berjalan efektif di tingkat lokal.
“Kami terbuka terhadap sinergi dan masukan dari pemerintah pusat dan mitra internasional. Semua demi satu tujuan, yaitu menyejahterakan masyarakat Kalimantan Tengah,” tutur Agustiar.
(Sya'ban)












