JAKARTA— Dalam momen spesial perayaan ulang tahun ke-74 Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI dari Fraksi Partai Gerindra, Alimudin Kolatlena, menyampaikan ucapan selamat yang penuh harap dan doa.
Alimudin Kolatlena, yang mewakili daerah pemilihan Maluku, menekankan komitmen kuat Fraksi Gerindra dalam mendukung kepemimpinan Prabowo untuk membawa Indonesia menuju kemajuan yang lebih baik.
“Hari ini, kami selaku anggota Fraksi Gerindra bangga dan bersyukur atas kepemimpinan Bapak Prabowo Subianto yang telah membawa angin segar bagi bangsa dan negara. Selamat ulang tahun, Pak Prabowo! Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa melimpahkan kesehatan, keberkahan, dan kebijaksanaan yang lebih besar lagi untuk Indonesia Emas 2045,” ujar Alimudin.
Dalam pernyataannya, Alimudin juga mengingatkan perjuangan panjang Prabowo sebagai tokoh nasional yang selalu dekat dengan rakyat.
Menurut Alimudin, Presiden Prabowo telah membuktikan dedikasinya untuk keamanan dan kesejahteraan bangsa.
“Di usia yang semakin matang ini, kami yakin visi beliau untuk pembangunan merata di seluruh Nusantara akan semakin terwujud. Fraksi Gerindra siap total mendukung agenda prioritas pemerintahan, mulai dari ketahanan pangan hingga pemberdayaan pemuda,” pungkas Alimudin Kolatlena.
Presiden Prabowo Subianto sendiri dikabarkan menerima ucapan hangat dari berbagai kalangan, termasuk dari mitra koalisi pemerintahan.
Prabowo lahir di Jakarta pada tanggal 17 Oktober 1951. Ia merupakan anak ketiga dari empat bersaudara. Prabowo merupakan anak dari Soemitro Djojohadikusumo dan Dora Marie Sigar.
Ayahnya merupakan seorang ekonom ulung Indonesia sekaligus politisi Partai Sosialis Indonesia. Selain itu, Prabowo juga merupakan cucu dari Margono Djojohadikusumo yang merupakan seorang pendiri Bank Negara Indonesia (BNI).
Ibu kandung Prabowo adalah Dora Marie Siregar atau yang lebih dikenal dengan Dora Soemitro. Dora adalah perempuan berdarah Minahasa, bagian dari keluarga Maengkom di Langowan, Sulawesi Utara.
Ia punya dua kakak bernama Biantiningsih Miderawati dan Maryani Ekowati. Selain itu, ia punya seorang adik bernama Hashim Djojohadikusumo.
Prabowo banyak menghabiskan masa kecilnya di luar negeri. Hal itu terjadi setelah ayah Prabowo diduga terlibat melawan Presiden Soekarno di dalam Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia di Sumatera Barat.
Selama di luar negeri, Prabowo mendapatkan pendidikan internasional. Dia bersekolah di Victoria Institution di Kuala Lumpur, International School di Zurich, dan The American School di London. Keluarga Prabowo kembali ke Indonesia di masa pemerintahan Presiden Soeharto.
(adista)












