DPRD Kotim Desak Perbaikan Permanen Jembatan Patah Kapten Mulyono

IST/BERITASAMPIT - Komisi IV DPRD Kotim saat rapat pembahasan APBD 2026 bersama mitra kerja.

SAMPIT – Komisi IV DPRD Kabupaten Timur (Kotim) mendesak pemerintah daerah segera melakukan perbaikan permanen terhadap Jembatan Patah di Jalan Kapten Mulyono, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang. Kondisi jembatan yang kerap rusak meski sudah beberapa kali diperbaiki dinilai sudah sangat mengkhawatirkan.

Anggota Komisi IV DPRD Kotim, Paliansyah, menyampaikan bahwa jembatan tersebut telah lama menjadi keluhan masyarakat karena terus mengalami kerusakan meskipun pemeliharaan sudah dilakukan secara berkala. Ia menilai perbaikan sementara sudah tidak lagi efektif dan perlu diganti dengan pembangunan permanen.

“Saya tegaskan pemerintah bisa mempertimbangkan perbaikan permanen, bukan hanya pemeliharaan sementara,” tegas Paliansyah, Selasa 21 Oktober 2025.

Jembatan yang melintasi Sungai Mentawa ini kerap mengalami kerusakan seperti kayu yang patah, pelat besi yang lepas bahkan dicuri, hingga baut-baut yang mulai kendor akibat usia. Terbaru, aktivitas penggalian tanah oleh oknum warga di sekitar jembatan untuk menguruk tanjakan justru memperburuk kondisi karena dikhawatirkan memengaruhi fondasi.

“Selama ini hanya diperbaiki seadanya, tapi sebentar rusak lagi. Ini keluhan masyarakat yang harus segera ditindaklanjuti,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas SDABMBKPRKP Kotim Mentana Dhinar Tistama menjelaskan bahwa pembangunan Jembatan Sei Mentawa 1 atau yang dikenal sebagai Jembatan Patah, serta Jembatan Sei Mentawa 2 di Jalan Iskandar, sebenarnya sudah direncanakan sejak 2023. Namun, saat itu anggaran perencanaan dan feasibility study (FS) terkena efisiensi sehingga belum bisa direalisasikan.

“Jembatan Patah sudah kami anggarkan tahun 2023 untuk FS dan perencanaan, tapi karena efisiensi anggaran akhirnya tertunda. Tahun ini, insyaallah FS akan kami lakukan kembali,” ujarnya.

Ia menambahkan, dua jembatan tersebut memiliki tantangan tersendiri karena berkaitan dengan lahan dan struktur konstruksi yang belum jelas sehingga perlu kajian mendalam. Setelah kajian teknis selesai, pemerintah baru akan menentukan jenis konstruksi jembatan yang paling tepat agar kuat dan tahan lama. Sambil menunggu pembangunan permanen, pemkab akan terus lakukan pemeliharaan agar tetap bisa dilintasi oleh masyarakat.

baca juga ...  Dewan Kotim Salurkan Bantuan untuk Ringankan Beban Korban Kebakaran Samuda

“Kalau FS sudah selesai, kita bisa menentukan konstruksi yang paling sesuai. Yang pasti, kondisi jembatan ini tetap jadi perhatian kami,” ujarnya. (nardi)

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!