Pemprov Kalteng Dorong Penguatan Literasi Berbasis Data, TGM 2025 Jadi Arah Kebijakan Baru

IST/BERITASAMPIT - Ilustrasi buku, mendorong penguatan literasi berbasis data.

– Pemerintah Provinsi (Kalteng) berkomitmen memperkuat program pengembangan literasi masyarakat dengan berbasis pada hasil survei Tingkat Gemar Membaca (TGM) Tahun 2025. Data tersebut menjadi dasar penting bagi penyusunan kebijakan dan arah pembangunan bidang perpustakaan di seluruh kabupaten dan kota.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip (Dispursip) Provinsi Kalteng, Adiah Chandra Sari, mengatakan, hasil survei terbaru menunjukkan bahwa sebagian besar daerah di Kalteng sudah memiliki tingkat kegemaran membaca yang tinggi, dengan capaian rata-rata di atas 60 persen.

“Capaian ini menjadi modal besar bagi pemerintah daerah untuk merancang kebijakan literasi yang lebih tepat sasaran. Data TGM bukan sekadar angka, tapi gambaran nyata kebiasaan membaca masyarakat Kalteng,” ujar Adiah di , Rabu, 22 Oktober 2025.

Menurut Adiah, survei TGM yang dilaksanakan Dispursip Kalteng bersama dinas perpustakaan kabupaten/kota bertujuan untuk mengetahui tingkat minat baca masyarakat baik melalui media cetak maupun digital.

Dari hasil tersebut, pemerintah dapat menentukan langkah strategis dalam meningkatkan kualitas layanan perpustakaan serta mengarahkan kegiatan literasi agar sesuai kebutuhan masyarakat di masing-masing daerah.

“Melalui survei ini, kita bisa melihat daerah mana yang perlu penguatan fasilitas baca, dan mana yang sudah berkembang pesat. Dengan begitu, program pengembangan literasi bisa lebih efektif dan merata,” jelasnya.

Ia menambahkan, ke depan Dispursip Kalteng akan mengintegrasikan hasil survei TGM ke dalam perencanaan program literasi digital, pengembangan perpustakaan , serta pelatihan komunitas literasi di seluruh kabupaten dan kota.

Berdasarkan hasil survei, Provinsi mencatat skor 61,915 dan termasuk kategori tinggi. Sebanyak sebelas daerah memperoleh nilai tinggi, di antaranya Kabupaten , , , dan . Sementara empat kabupaten lainnya, yakni , , , dan , masih berada pada kategori sedang.

Adiah menjelaskan, capaian tinggi di sebagian besar daerah menunjukkan bahwa budaya membaca mulai mengakar di masyarakat. Namun, daerah yang masih berada pada kategori sedang akan menjadi fokus pendampingan pemerintah dalam waktu dekat.

“Kita akan dorong pemerataan akses bahan bacaan dan kegiatan literasi di semua kabupaten. Hasil survei ini menjadi dasar kerja nyata untuk memperkuat SDM literat di seluruh Kalteng,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan Perpustakaan dan Pembudayaan Gemar Membaca, Elahni Hajati Singkar Wawei, menilai bahwa hasil TGM 2025 menunjukkan masyarakat Kalteng semakin menyadari pentingnya membaca sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, literasi bukan hanya soal kemampuan membaca, tetapi juga bagian dari proses membangun sumber daya manusia yang unggul, kritis, dan berdaya saing.

“Budaya membaca yang kuat akan melahirkan masyarakat yang lebih cerdas, produktif, dan siap menghadapi tantangan zaman. Karena itu, kami akan terus memperkuat gerakan literasi, baik di sekolah, komunitas, maupun di lingkungan keluarga,” ujar Elahni.

Dispursip Kalteng berencana memperluas layanan perpustakaan digital dan meningkatkan kolaborasi dengan pemerintah kabupaten serta komunitas literasi untuk memperluas jangkauan kegiatan membaca di masyarakat.

(Sya'ban)

baca juga ...  Gubernur Kalteng Serahkan SK Pengesahan Koperasi Merah Putih kepada Bupati dan Wali Kota
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!