SAMPIT – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menegaskan bahwa penghargaan dari Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Kalimantan Tengah atas pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2025/2026 bukan hanya bentuk apresiasi, tetapi juga menjadi momentum untuk terus melakukan evaluasi dan inovasi terhadap sistem penerimaan peserta didik.
Kepala Disdik Kotim, Muhammad Irfansyah, mengatakan bahwa keberhasilan pelaksanaan SPMB secara tertib dan transparan merupakan hasil dari kerja sama seluruh unsur pendidikan, mulai dari sekolah hingga masyarakat.
Namun, ia menilai capaian tersebut bukan akhir, melainkan pijakan untuk memperkuat tata kelola pendidikan yang lebih profesional.
“Penghargaan ini bukan berarti kami berhenti di sini. Justru menjadi pemicu agar pelaksanaan SPMB tahun berikutnya bisa lebih efisien dan adaptif terhadap tantangan baru,” ujar Irfansyah, Jumat 24 Oktober 2025.
Ia menambahkan, pihaknya akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap proses seleksi tahun ini untuk mengidentifikasi area yang masih perlu diperbaiki, termasuk dalam hal sistem informasi, verifikasi data, serta pemerataan akses pendidikan di seluruh wilayah Kotim.
“Kami ingin memastikan bahwa penerimaan siswa tidak hanya tertib di atas kertas, tapi juga benar-benar memberikan keadilan bagi semua anak di Kotim. Prinsip transparansi dan akuntabilitas harus tetap dijaga,” tegasnya.
Menurut Irfansyah, penghargaan dari BPMP juga menunjukkan bahwa semangat gotong royong antar pemangku kepentingan pendidikan di Kotim masih terjaga. Ia berharap kolaborasi itu bisa terus diperkuat agar kualitas layanan pendidikan semakin meningkat di masa mendatang. (nardi)












