PALANGKA RAYA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) mengadakan kegiatan Finalisasi dan Geladi Table Top Exercise (TTX) Rencana Kontingensi Bencana Banjir Daerah Aliran Sungai (DAS) Barito di Swiss-Belhotel Palangka Raya, Kamis, 23 Oktober 2025.
Agenda tersebut merupakan bagian akhir dari proses penyusunan dokumen Renkon, sesuai amanat Permendagri Nomor 101 Tahun 2018 tentang Standar Pelayanan Minimal (SPM) Sub Urusan Bencana.
Aturan tersebut menegaskan pentingnya setiap daerah memiliki dokumen rencana kontingensi sebagai pedoman kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana.
Ketua Panitia, Indra Wiratama, dalam laporannya menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi tindak lanjut dari beberapa tahapan sebelumnya, seperti asistensi teknis, workshop penyusunan, dan pembahasan draf awal bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) serta Perkumpulan Lingkar Mitra BNPB.
“Tahap finalisasi dan geladi ini bertujuan memastikan kesepakatan antarinstansi, menyempurnakan rancangan dokumen, sekaligus mempersiapkan penetapan oleh kepala daerah,” tutur Indra.
Kegiatan diikuti oleh 40 peserta yang berasal dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, serta perwakilan BPBD empat kabupaten di wilayah DAS Barito, yakni Murung Raya, Barito Utara, Barito Timur, dan Barito Selatan.
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Kalteng, Ahmad Toyib, melalui Plt. Sekretaris BPBD, Noor Aswad, menyampaikan bahwa penyusunan Renkon banjir DAS Barito merupakan langkah penting dalam membangun sistem kesiapsiagaan terencana dan terukur terhadap potensi banjir.
“Rencana kontingensi ini nantinya akan menjadi panduan utama bagi semua pihak ketika terjadi kondisi darurat banjir. Diharapkan hasil finalisasi ini menghasilkan substansi dan rincian yang komprehensif sehingga segera bisa ditetapkan,” kata Aswad.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para narasumber dari Perkumpulan Lingkar Mitra BNPB, Untung Tri Winarso dan Pudji Santoso, yang telah memberikan pendampingan teknis selama proses penyusunan hingga finalisasi dokumen.
Lebih lanjut, Aswad menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dalam memperkuat ketangguhan daerah menghadapi bencana, sejalan dengan visi “Kalteng Semakin Berkah” dan program prioritas Gubernur Kalimantan Tengah di bidang penanggulangan bencana yang humanis dan responsif.
“Kegiatan ini menjadi bukti kolaborasi efektif antarinstansi dalam melindungi masyarakat. Semoga hasilnya dapat memperkuat kesiapsiagaan kita menghadapi ancaman banjir di wilayah DAS Barito,” pungkasnya.
(Sya'ban)












