PALANGKA RAYA – Bank Kalteng terus berinovasi dalam menghadirkan layanan keuangan digital dengan meluncurkan Digital Lounge, sebuah wahana yang dirancang menjadi “mini bank” berbasis teknologi. Inovasi ini menghadirkan fasilitas Self Service Bank (SSB) yang memungkinkan masyarakat melakukan berbagai layanan secara mandiri tanpa harus datang ke kantor bank.
“Selama ini orang datang ke bank itu terikat jam kas, jam kerja. Nah dengan adanya Digital Lounge ini, di mana ada fasilitas mesin SSB, orang untuk buka rekening, ganti buku, ganti ATM, ganti PIN tidak harus menemui customer service lagi, tapi langsung dilayani secara mandiri oleh mesin SSB,” ucap Direktur Utama Bank Kalteng, Maslipansyah.
Digital Lounge ini beroperasi selama 24 jam dan juga difungsikan sebagai ruang interaksi generasi muda. Di dalamnya terdapat fasilitas kafe dan Wi-Fi gratis, sehingga anak-anak muda dapat berkumpul sambil menikmati suasana santai namun tetap produktif.
“Harapan kita ini bagian dari edukasi Bank Kalteng kepada masyarakat, bahwa kita bukan hanya melayani layanan konvensional, tapi juga mengembangkan layanan berbasis digital,”tambahnya.
Peluncuran Digital Lounge bertepatan dengan ulang tahun ke-64 Bank Kalteng, bersamaan dengan pengenalan layanan e-money dan QRIS Merchant.
“Orang berbelanja menggunakan QRIS Bank Kalteng, uang itu masuk ke Bank Kalteng lagi. Ini bagian dari upaya mengembangkan sektor UKM kita dan mendukung gerakan cashless society,”lanjutnya.
Selain itu ke depan, Bank Kalteng berencana mengembangkan Digital Lounge sebagai pusat konsultasi bisnis dan pameran produk digital.
“Akan ada smart dashboard yang memungkinkan orang berkonsultasi atau mengakses informasi bisnis langsung melalui teknologi tanpa berhadapan dengan manusia,”tuturnya.
Bank Kalteng kini bertransformasi menjadi lembaga keuangan yang kuat, modern, dan terpercaya.
“Kuat dalam permodalan dan organisasi, modern karena mengikuti perkembangan zaman menuju digitalisasi, dan terpercaya karena menerapkan tata kelola yang baik serta berpegang pada nilai-nilai lokal seperti Huma Betang,” ungkapnya. (yud)












