SAMPIT – Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Susilo menilai sektor peternakan di daerah ini memiliki potensi besar dan peluang yang masih terbuka lebar. Kondisi tersebut mulai menarik minat pengusaha untuk mengembangkan usaha peternakan berskala besar di Kotim.
Hal itu didorong oleh tingginya kebutuhan daging sapi di Kotim sementara produksi lokal belum mampu mencukupinya. Setiap tahun, daerah ini mendatangkan lebih dari 7.000 ekor sapi dari luar daerah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Sekitar 75 persen kebutuhan sapi di Kotim masih dipasok dari daerah lain seperti Madura, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), Sulawesi Selatan, dan Kalimantan Selatan,” kata Susilo, Senin 3 November 2025.
Bahkan saat Hari Raya Iduladha pada Juni 2025 lalu, tercatat sebanyak 2.314 ekor sapi dan 932 ekor kambing disiapkan oleh pedagang di 62 titik penampungan. Sebagian besar ternak tersebut berasal dari Jawa, Sulawesi, dan Bali.
Melihat potensi besar tersebut, Susilo juga berinvestasi di bidang peternakan melalui perusahaan miliknya, Grahacipta Sumber Artha (GSA) Farm Kotim, yang berada di bawah naungan Silo Corporation. Ia telah menyiapkan lahan awal seluas 20 hektare untuk kandang serta penanaman rumput pakan ternak.
“Peternakan ini saya tekuni secara serius. Pekan lalu saya ikut bersama rombongan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (TPHP) Provinsi Kalteng berkunjung ke Balai Inseminasi Buatan (BIB) Lembang, Bandung, yang dipimpin oleh drh Nina Ariani selaku Plt Kepala Bidang PKH Dinas TPHP Kalteng,” ujar Susilo.
Ia menjelaskan bahwa BIB Lembang merupakan pusat pembelajaran bagi daerah-daerah di Indonesia yang ingin mengembangkan sektor peternakan sapi. Dirinya tak menyia-nyiakan kesempatan itu dan belajar komplit di BIB.
Dari kunjungan itu, pihaknya mendapat banyak pengetahuan, mulai dari sistem penggemukan hingga pengelolaan sapi yang akan disesuaikan dengan kondisi iklim di Kotim, termasuk rencana pengembangan untuk ternak kambing dan domba.
“Melalui GSA Farm, kami ingin membangun peternakan modern yang tidak hanya fokus pada penggemukan sapi, tapi juga menjadi pusat edukasi bagi masyarakat Kotim dan Kalteng. Kami juga akan mengembangkan produksi pakan ternak mandiri agar bisa mendukung swasembada daging di daerah ini,” pungkasnya. (nardi)












