PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) terus menunjukkan komitmennya dalam memajukan dunia pendidikan. Tahun ini, sebanyak 3.060 mahasiswa dari berbagai daerah di Kalteng menerima beasiswa kuliah gratis melalui program “Satu Rumah Satu Sarjana.”
Program tersebut menjadi bagian dari agenda prioritas Gubernur H. Agustiar Sabran dalam mewujudkan pemerataan akses pendidikan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).
“Tahun ini kami salurkan beasiswa untuk 3.060 mahasiswa. Program ini kami integrasikan dalam Program Prioritas Huma Betang Sejahtera yang mencakup berbagai aspek kesejahteraan masyarakat,” kata Agustiar Sabran di Palangka Raya, Minggu, 2 November 2025.
Menurutnya, pendidikan merupakan sektor strategis yang menjadi pondasi pembangunan daerah. Dengan membuka akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu, pemerintah berharap dapat mencetak generasi muda yang cerdas, mandiri, dan mampu berdaya saing.
“Pendidikan adalah investasi jangka panjang. Tanpa SDM yang unggul, potensi besar daerah akan sulit berkembang,” ujarnya.
Program “Satu Rumah Satu Sarjana” dirancang agar setiap keluarga di Kalteng memiliki setidaknya satu anggota yang menempuh pendidikan tinggi.
Pemerintah menyalurkan anggaran langsung ke kampus-kampus lokal untuk menanggung biaya kuliah mahasiswa penerima program tersebut.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pendidikan Kalteng, Muhammad Reza Prabowo, memastikan proses penyaluran beasiswa dilakukan secara selektif dan transparan. Ia menegaskan bahwa data penerima disusun berdasarkan verifikasi langsung di lapangan.
“Pendataan dilakukan dari desa. Pak Gubernur ingin agar anak-anak dari wilayah terpencil dan kurang mampu bisa kuliah tanpa terkendala biaya,” jelas Reza.
Dinas Pendidikan juga berkoordinasi dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) serta seluruh kepala desa untuk memastikan program berjalan tepat sasaran.
“Kepala desa diminta membantu mendata keluarga yang belum memiliki anggota bergelar sarjana, agar program ini benar-benar menyentuh masyarakat bawah,” tambahnya.
Dengan program beasiswa tersebut, Pemprov Kalteng berharap tidak ada lagi generasi muda yang harus menghentikan pendidikan karena keterbatasan ekonomi.
(Sya'ban)












