SUKAMARA – Guru Gurdan kembali terpilih sebagai Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sukamara untuk periode 2025–2030. Terpilihnya Guru Gurdan ditetapkan dalam Musyawarah Daerah (Musda) V MUI Sukamara yang digelar pada Sabtu, 8 November 2025, di Gedung Kesenian Daerah Sukamara.
Musda V tersebut dihadiri oleh para ulama, tokoh agama, organisasi keagamaan serta perwakilan MUI dari kecamatan se-Kabupaten Sukamara.
Kegiatan berjalan dengan khidmat dan penuh suasana kekeluargaan.
Dalam proses pemilihan, peserta secara mufakat kembali mempercayakan kepemimpinan MUI Sukamara kepada Guru Gurdan untuk masa bakti lima tahun ke depan.
Usai terpilih, Guru Gurdan menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk kedua kalinya. Ia berharap, di periode ini MUI Sukamara dapat semakin berkembang dan berperan aktif dalam membina umat.
“Harapan saya, MUI bisa lebih maju, solid, dan bermanfaat bagi kemaslahatan umat, khususnya umat Islam di Kabupaten Sukamara,” ujar Guru Gurdan.
Dengan terpilihnya kembali Guru Gurdan, diharapkan MUI Sukamara dapat terus menjadi wadah yang menyejukkan, memperkuat ukhuwah Islamiyah, serta berkontribusi nyata dalam pembangunan moral dan spiritual masyarakat Sukamara.
Sebelumnya, Wakil Bupati Sukamara, Nur Effendi membuka secara langsung, Musyawarah Daerah (Musda) V Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sukamara. Nur Effendi menjelaskan bahwa ulama merupakan pewaris para nabi, yang ucapannya selalu menjadi acuan dan didengar oleh masyarakat luas serta merupakan rekan kerja yang penting bagi pemerintah.
Sebagai suatu forum musyawarah, musda ini merupakan lembaga tertinggi dalam menetapkan keputusan dan kebijakan yang akan dilaksanakan sebagai program kerja selanjutnya. Forum musyawarah ini juga tentunya, sebagai tempat untuk mengevaluasi terhadap kegiatan yang telah dijalankan, dan pembahasan program kedepan yang realistis, terpadu, dan sistematis dalam rangka meningkatkan kinerja bersama.
“Saya berharap agar musyawarah ini dapat menghasilkan mufakat terbaik, dengan memperhatikan aspek-aspek yang berkaitan akan pengabdian dan dedikasi yang tinggi. saya yakin, dengan konsep kerja yang teratur dan sistematis, maka upaya membangun masyarakat beriman akan tercapai sesuai harapan kita bersama,” tukas Nur Effendi. (enn)












