Gubernur Agustiar Tekankan Pentingnya Stabilitas Harga dan Perlindungan Warga Rentan dalam Program Pasar Murah

IST/BERITASAMPIT - Gubernur H. Agustiar Sabran saat menyampaikan sambutan pada kunjungan kerja dan pembukaan Pasar Murah di SMAN 4 Muara Teweh, Minggu, 16 November 2025.

– Gubernur (Kalteng), H. Agustiar Sabran, menegaskan bahwa stabilitas harga kebutuhan pokok dan perlindungan warga berpenghasilan rendah menjadi prioritas utama pemerintah daerah.

Penegasan ini disampaikan dalam rangkaian pelaksanaan Program Pasar Murah yang menyalurkan 26.836 paket sembako di tiga kabupaten, yakni , , dan .

Dalam sambutannya, Gubernur menyampaikan bahwa dinamika harga pangan menjelang akhir tahun kerap menimbulkan tekanan bagi masyarakat, terutama kelompok rentan.

Karena itu, intervensi pemerintah melalui Pasar Murah dilakukan secara masif untuk menahan gejolak harga dan memastikan akses pangan tetap terjaga.

“Pasar Murah ini kita dorong bukan sekadar sebagai kegiatan distribusi bantuan, tetapi sebagai langkah nyata untuk mengurangi beban pengeluaran rumah tangga. Kita ingin memastikan masyarakat tetap mampu membeli kebutuhan pokok di tengah fluktuasi harga,” ujar Agustiar di SMAN 4 Muara Teweh, Minggu, 16 November 2025.

Ia menjelaskan bahwa program ini juga terkait langsung dengan agenda prioritas Kartu Huma Betang Sejahtera yang berfokus pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Intervensi harga dinilai sebagai instrumen penting untuk menjaga stabilitas ekonomi rumah tangga, khususnya di wilayah pedalaman yang lebih rentan terhadap pergerakan harga.

Gubernur menekankan bahwa kegiatan ini tidak berdiri sendiri, melainkan bagian dari rangkaian kebijakan pengendalian inflasi daerah.

Pemerintah Provinsi bekerja sama dengan berbagai instansi untuk memastikan distribusi bahan pangan berjalan tanpa hambatan dan tepat sasaran.

“Kita ingin masyarakat merasakan manfaatnya secara langsung. Karena itu, paket ini kita gratiskan sepenuhnya agar bantuan dapat dirasakan tanpa beban tambahan,” tegasnya.

Paket yang diberikan berisi beras 5 kilogram, gula pasir 1 kilogram, dan minyak goreng 2 liter. Dengan nilai Rp147.500 per paket dan subsidi Rp132.500 dari Pemerintah Provinsi, seharusnya harga tebus hanya Rp15.000. Namun, Gubernur memutuskan agar seluruh paket diberikan gratis kepada penerima manfaat.

Dalam sambutannya, Agustiar juga mengingatkan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk menjaga ketahanan pangan daerah.

Ia menyebut perlunya percepatan distribusi, penguatan cadangan pangan, serta pendataan yang akurat untuk memastikan bantuan tidak salah sasaran.

“Upaya stabilisasi harga tidak bisa dilakukan sendiri. Dibutuhkan kerja bersama antara pemerintah daerah, pemerintah kabupaten, dan seluruh pemangku kepentingan agar kebutuhan masyarakat benar-benar terpenuhi,” kata Gubernur.

Penyaluran paket tersebar di tiga kabupaten: 9.416 paket di , 8.260 paket di , dan 9.160 paket di .

Pemprov berharap intervensi ini dapat memberikan ruang bagi masyarakat untuk lebih siap menghadapi lonjakan kebutuhan menjelang Natal dan Tahun Baru.

Dengan penekanan pada perlindungan sosial dan stabilitas harga, Gubernur menutup sambutannya dengan mengajak seluruh pihak menjaga kondisi ekonomi daerah agar tetap terkendali.

Menurutnya, pelayanan yang dirasakan langsung oleh masyarakat harus menjadi prioritas utama dalam setiap kebijakan pemerintah.

(Sya'ban)

baca juga ...  Literasi dan Harapan dari Aula Bank Indonesia

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!