LAMANDAU – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah (Kalteng) menggelar rapat koordinasi besar terkait penanggulangan kemiskinan di Aula Kantor BAPPERIDA Kalteng, Kamis 20 November 2025.
Wakil Bupati Lamandau, Abdul Hamid, hadir bersama Forkopimda, instansi vertikal, akademisi hingga perwakilan ormas se-Kalteng.
Rakor dipimpin Wakil Gubernur Kalteng Edy Pratowo, yang menekankan pentingnya penyelarasan strategi antarwilayah demi percepatan penurunan kemiskinan.
Forum ini disebut sebagai langkah strategis agar kabupaten/kota tidak bekerja sendiri-sendiri dan memiliki pedoman yang sama.
Wabup Lamandau Abdul Hamid menyampaikan bahwa Lamandau sangat berkepentingan dengan sinkronisasi program ini karena wilayahnya masih memiliki tantangan pemerataan ekonomi, khususnya di daerah pedesaan.
“Lamandau siap menyesuaikan dan memperkuat program penanggulangan kemiskinan, terutama kelompok rentan di desa–desa,” ujarnya
Ia menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak boleh berhenti pada proyek fisik, tetapi juga harus menyentuh aspek peningkatan pendapatan masyarakat, penciptaan lapangan kerja, dan penguatan layanan dasar.
Dalam arahannya, Edy Pratowo mengingatkan bahwa penanggulangan kemiskinan perlu mengikuti arah SDGs, termasuk akses pendidikan, kesehatan, dan kualitas hidup secara menyeluruh.
Edy juga menyoroti tren kemiskinan perkotaan yang kini lebih tinggi daripada pedesaan, menjadi sinyal perlunya kebijakan yang lebih adaptif.
Rakor ini juga membahas penyelesaian Rencana Penanggulangan Kemiskinan Daerah (RPKD) 2025–2029 sebagai pedoman kerja lintas sektor. (andre)












