SAMPIT – Balai dari Kementerian Perhubungan dan Kementerian PUPR turun langsung ke Sampit untuk meninjau sejumlah titik infrastruktur strategis, ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan Komisi III DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) dengan Anggota DPR RI Komisi V Fraksi PAN, Muhammad Syauqie.
Ketua Fraksi PAN DPRD Kotim Dadang H Syamsu menyampaikan bahwa hasil audiensi mereka dengan Syauqie pada dua pekan lalu langsung direspons cepat oleh kementerian terkait. Kunjungan lapangan dilakukan oleh Balai Pelaksana Transportasi Darat (BPTD) serta Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) sebagai bentuk verifikasi awal terhadap berbagai usulan pembangunan dari daerah.
“Giat tersebut merupakan tindak lanjut atas kunjungan kami kemarin ke DPR RI Komisi V Muhammad Syauqie dari Fraksi PAN. Kami membawa banyak aspirasi masyarakat Kotim, khususnya yang masuk bidang Komisi V seperti perhubungan, PUPR dan lainnya,” ujar Dadang, Kamis 20 November 2025.
Menurutnya, beberapa poin penting yang sebelumnya mereka sampaikan kini mulai dipetakan langsung di lapangan. Salah satunya terkait dermaga penyeberangan yang selama ini masih menggunakan pelabuhan pinjam pakai milik Inhutani, yang dinilai tidak memenuhi standar kelayakan maupun aspek keselamatan.
Selain itu, persoalan ketiadaan drainase jalan nasional yaitu Jenderal Sudirman Sampit khususnya mulai kawasan Islamic Center ke arah barat.
Program pengembangan Bandara H Asan Sampit juga menjadi atensi, hingga pembuatan rambu Zona Selamat Sekolah (ZoSS) yang dinilai penting mengingat masih minimnya rambu pengaman di jalan poros Kalimantan Tengah.
“Semua yang kami sampaikan pada DPR RI M Syauqie kemarin langsung ditindaklanjuti Direktorat Jenderal Perhubungan bersama Direktorat Jenderal Bina Marga. Mereka datang ke Sampit, dan kami turut mendampingi,” ujarnya yang hadir bersama Marudin, SP Lumban Gaol, Riskon Fabiansyah, bersama dinas teknis seperti Dishub dan PU Kotim.
Ia menyampaikan apresiasi atas respon cepat Syauqie yang langsung meneruskan aspirasi Kotim ke kementerian. Pihaknya juga menyampaikan terima kasih kepada BPTD, BPJN, serta jajaran teknis dari Pemkab Kotim yang turut mengawal kunjungan tersebut.
Dadang berharap dinas teknis di Kotim segera melengkapi seluruh dokumen pendukung agar usulan ini dapat masuk dalam program 2026.
“Harapan kita, semua persyaratan dapat segera dipenuhi dan langsung disampaikan kepada pihak-pihak terkait termasuk Pak Syauqie, sehingga rencana pembangunan penyeberangan di sebelah utara Pelabuhan Sampit bisa segera direalisasikan,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa keberadaan teknisi jalan nasional serta fasilitas ZoSS harus segera dipenuhi agar perbaikan infrastruktur dan keselamatan pengguna jalan dapat cepat terwujud.
(Nardi)












