PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) tengah mengupayakan pendirian kantor layanan pekerja migran di daerahnya. Inisiatif ini bertujuan untuk mempermudah akses layanan bagi masyarakat lokal yang berminat bekerja ke luar negeri, yang selama ini terkendala ketiadaan fasilitas di tingkat provinsi.
Wakil Gubernur Kalteng, Edy Pratowo, mengungkapkan bahwa keinginan masyarakat Kalteng untuk menjadi pekerja migran cukup tinggi, namun terhambat oleh proses administrasi yang harus dilakukan di luar daerah.
“Memang sebenarnya kan banyak ya keinginan masyarakat Kalteng yang memang ingin bekerja sebagai pekerja migran. Salah satunya adalah karena kita tidak memiliki yang namanya pos loka, perwakilan wilayah kita,” ujar Edy, di Hotel Bahalap Palangka Raya, Kamis, 27 November 2025 malam.
Selama ini, warga Kalteng yang membutuhkan layanan terkait pekerja migran harus mengurusnya ke Kalimantan Selatan (Kalsel), yang dianggap Edy sebagai hambatan geografis dan informasi.
Untuk mengatasi hal tersebut, Pemprov Kalteng telah menyiapkan lahan khusus untuk pembangunan kantor tersebut.
Edy Pratowo menunggu tindak lanjut dari pemerintah pusat, khususnya koordinasi antara Kementerian P2MI dan kementerian terkait lainnya.
“Kita sudah memberikan rekomendasi, menyiapkan lahan, tinggal nanti Kementerian P2MI dari Pak Mukhtarudin
berkoordinasi dengan kementerian terkait untuk bisa dibangunkan,” jelasnya.
Menanggapi target waktu pembangunan, Edy menyebutkan bahwa Kementrian P2MI berencana merealisasikannya sesegera mungkin.
“Harapannya begitu, Pak Mukhtarudin menyampaikan sesegera mungkin,” kata Edy.
(Syauqi)












