PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah kembali menorehkan prestasi nasional dengan meraih Peringkat 1 Sutami Award 2025 untuk kategori Pemerintah Daerah Provinsi dengan Kinerja Terbaik dalam Penyelenggaraan Jalan.
Penghargaan bergengsi dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU) Republik Indonesia ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kinerja unggul Pemprov Kalteng dalam pengelolaan infrastruktur jalan yang efektif, berkualitas, dan berkelanjutan.
Acara penyerahan penghargaan berlangsung di Auditorium Kementerian PU RI, Jakarta Selatan, Senin 1 Desember 2025, dan dihadiri berbagai perwakilan pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta pemangku kepentingan sektor infrastruktur.
Penghargaan tersebut diterima oleh Gubernur Kalimantan Tengah H. Agustiar Sabran, yang diwakili Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah, Leonard S. Ampung.
Dalam sambutannya, Leonard S. Ampung menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas pencapaian tersebut.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, kami mengucapkan terima kasih kepada Kementerian PU RI atas penghargaan ini. Prestasi ini merupakan hasil kerja bersama dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan jalan, yang menjadi tulang punggung konektivitas dan pertumbuhan ekonomi daerah,” ucapnya.
Sutami Award menilai berbagai aspek penting penyelenggaraan jalan mulai dari perencanaan, penganggaran, kualitas pembangunan, pemeliharaan, manajemen aset, hingga inovasi teknologi.
“Kalimantan Tengah berhasil berada di posisi teratas berkat efektivitas program pembangunan jalan, kualitas konstruksi yang memenuhi standar, serta komitmen kuat dalam pemeliharaan infrastruktur secara berkelanjutan,” tambahnya.
Keberhasilan ini semakin menegaskan komitmen Pemprov Kalteng dalam menyediakan jaringan jalan yang andal untuk mendukung mobilitas masyarakat, memperlancar distribusi logistik, serta mendorong pemerataan pembangunan hingga ke wilayah pelosok.
“Dengan diraihnya penghargaan ini, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menegaskan tekad untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas layanan infrastruktur sebagai bagian dari upaya mewujudkan pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan,” ungkapnya. (yud)












