Musda Batamad Kotim, Fitriansyah Kembali Terpilih Sebagai Kepala

JIMMY/BERITASAMPIT - Musda Batamad Kotim periode 2025-2030, Fitriansyah kembali menahkodai salah satu organisasi adat Dayak tersebut.

SAMPIT – Barisan Pertahanan Masyarakat Adat Dayak (Batamad) Kabupaten (Kotim), resmi menggelar Musyawarah Daerah (Musda), pada Senin 1 Desember 2025.

Agenda penting bagi keberlanjutan kelembagaan adat itu berlangsung tertib dan demokratis di Ruang Sidang Dewan Adat Dayak (DAD) Kotim, serta mengacu pada ketentuan adat dan peraturan daerah.

Ketua Panitia Musda Welvios Wendi menegaskan bahwa pelaksanaan Musda berlandaskan Perda Kotim Nomor 6 Tahun 2012 tentang Kelembagaan Adat Dayak, Peraturan DAD Kotim Nomor 3 Tahun 2013 tentang Komposisi dan Personalia Batamad, asas musyawarah dalam Pasal 18B ayat (2) UUD 1945, hingga UU Nomor 17 Tahun 2013 tentang Ormas.

Legal opinion yang dibacakan dalam forum menegaskan bahwa Musda adalah forum tertinggi organisasi adat dan sah secara .

“Pada dasarnya kita mengacu kepada ketentuan dan aturan, memang sudah menjadi tradisi dan memang mendasar pada aturan yang sudah dilaksanakan beberapa periode yang sudah terjadi pola yang lama. Bahwasanya kita tetap tetap tegas mengikuti aturan sesuai dengan peraturan yang ada untuk kelembagaan ada khususnya,” ungkap Wendi.

Terpisah Ketua Sidang, Jhonni E. Joh, menegaskan soal legitimasi pelaksanaan dengan menyebut bahwa Musda Batamad Kotim masa bakti 2025-2030 yang dilaksanakan di Ruang Sidang DAD Kotim pada Senin 1 Desember 2025.

Steering Committe (SC) Ditiadakan, Pimpinan Sidang Ambil Alih Fungsi Pengarah

Pembahasan mengenai SC menjadi salah satu agenda penting. Setelah mendengar pandangan peserta dari berbagai kecamatan, forum secara bulat memutuskan bahwa SC tidak diberlakukan.

Seluruh fungsi pengarah dialihkan sepenuhnya kepada Pimpinan Sidang yang dipilih secara demokratis.

Susunan Pimpinan Sidang definitif yaitu, Ketua Sidang Jhonni E. Joh, SH, Sekretaris Sidang Indarto dan Anggota Sidang Suparno.

baca juga ...  Akses JKN Permudah Warga Mendawai Mengantar Ibu Berobat di Fasilitas Kesehatan

Fitriansyah Terpilih sebagai Kepala Batamad

Dalam pelaksanaan Musda itu muncul dua nama yang maju sebagai calon Kepala Bamatad, yakni Fitriansyah dan Indarto. Hasil pemungutan suara menunjukkan bahwa Fitriansyah meraih 7 suara dan Indarto 4 suara.

Dengan hasil tersebut, forum secara resmi menetapkan Fitriansyah sebagai Kepala Batamad Kotim periode 2025-2030.

Dalam sambutannya, Fitriansyah menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan. Ia mengucapkan terima kasih kepada seluruh anggota Batamad serta personel yang mengamankan jalannya Musda.

Pria yang akrab disapa Ifit itu juga menyampaikan pesan kebersamaan dan arah perjuangan Batamad ke depan.

“Harapan ke depan, mari bersama Batamad Kotim bergandengan tangan, beriringan, jangan terpisahkan untuk menuju Batamad yang sukses dan lebih diperhitungkan. Batamad bukan untuk menakuti, tapi ingin membantu masyarakat adat yang haknya dirampas oleh oknum yang haus kekuasaan dan harta,” tegasnya.

Ia juga mengajak seluruh jajaran agar menjaga marwah organisasi, menurutnya Batamad jangan sampai dipandang sebelah mata.

“Jangan sampai perbuatan kita menyimpang. Jangan sampai itu terjadi,” ujarnya. Dengan menekankan pentingnya keteguhan dalam menjaga persatuan di tubuh organisasi.

“Jangan sampai mudah terprovokasi oleh oknum yang mengadu domba. Batamad Kotim adalah barometer Batamad Kalteng,” timpalnya.

Pernyataan Final Musda dan Penutupan

Peserta Musda secara bulat menegaskan kembali bahwa musyawarah ini merupakan forum tertinggi organisasi adat dan bersifat final mengikat. Pernyataan tersebut dicatat dalam notulen dan Berita Acara Musda sebagai legitimasi formal.

Musda tahun 2025 menjadi tonggak baru bagi Batamad Kotim dalam memperkuat kelembagaan adat dan arah organisasi lima tahun mendatang.(Jimmy/Adv)

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!