PALANGKA RAYA – Realisasi keuangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) di tingkat Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) maupun Kabupaten/Kota hingga akhir Oktober 2025 masih jauh di bawah target. Tiga daerah tercatat sebagai wilayah dengan serapan anggaran terendah, yaitu Kabupaten Barito Utara, Kapuas, dan Seruyan.
Data ini terungkap dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Tim Evaluasi dan Pengawasan Realisasi Anggaran (TEPRA) yang berlangsung di Aula Eka Hapakat, Palangka Raya, Rabu, 3 Desember 2025.
Kepala Biro Administrasi Pembangunan Sekretariat Daerah (Setda) Kalteng, Akhmad Husain, memaparkan data terkini. Ia menyebutkan bahwa per 31 Oktober 2025, realisasi keuangan APBD Pemprov Kalteng baru mencapai Rp 5,1 triliun lebih, atau sekitar 61,28% dari total pagu anggaran perubahan sebesar Rp 8,35 triliun. Sementara realisasi fisik berada di angka 67,64%.
“Dengan demikian, dibandingkan target sebesar 90% per 31 Oktober 2025, terjadi deviasi minus sebesar -28,72%. Realisasi keuangan masih rendah,” ujar Husain.
Sementara itu untuk Pemerintah Kabupaten/Kota se-Kalteng capaian Realisasi keuangan Rp 14,9 Triliun lebih atau 57,04% dari Total pagu anggaran Rp 26,2 Triliun lebih, sedangkan Realisasi fisik sebesar 62,24%, masih -27,96% dari target 85% per tanggal 31 Oktober 2025 (realisasi keuangan masih rendah).
“Belanja APBD terendah 3 Kabupaten/kota yaitu Kabupaten Barito Utara, realisasi keuangan Rp 1,4 Triliun lebih atau 47,00 % dari total pagu anggaran Rp 3,08 Triliun lebih, sedangkan realisasi fisik sebesar 60,41 persen,” jelas Husain.
Posisi kedua adalah Kabupaten Kapuas, Realisasi keuangan Rp 2,1 Triliun Lebih atau 49,39% dari total pagu anggaran Rp 4,2 Triliun lebih, sedangkan realisasi fisik 55,45% dan posisi ke tiga Kabupaten Seruyan, realisasi keuangan Rp 713,7 Miliar lebih atau 50,38% dari total pagu anggaran Rp 1,4 Triliun lebih, sedangkan realisasi fisik 53,54%.
Sementara untuk Belanja APBD tertinggi 3 kabupaten/kota diraih oleh Kabupaten Katingan, realisasi keuangan Rp 1 Triliun lebih atau 70,20% dari total pagu anggaran Rp 1,4 Triliun lebih, sedangkan realisasi fisik 72,77%
Kota Palangka Raya, realisasi keuangan Rp 1,02 Triliun lebih atau 67,63% dari total pagu anggaran Rp 1,5 Triliun lebih, sedangkan realisasi fisik 76,13% dan Kabupaten Gunung Mas, realisasi keuangan Rp 926,2 Miliar lebih atau 66,86% dari total pagu anggaran Rp 1,3 Triliun lebih, sedangkan realisasi fisik 69,11%.
(Syauqi)












