PALANGKA RAYA – Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah, Agustan Saining, menyampaikan bahwa kondisi tutupan hutan di wilayah Kalteng hingga saat ini masih relatif terjaga.
“Perbedaan angka tutupan hutan merupakan hal yang wajar karena setiap lembaga memiliki metode dan pendekatan pemetaan yang tidak selalu sama. Namun secara umum, Kalimantan Tengah masih memiliki kawasan hutan yang luas,” ucapnya, Kamis 4 Desember 2025.
Sementara itu di Kalimantan Tengah, kurang lebih masih terdapat sekitar tiga juta hektare hutan primer atau hutan murni. Selain itu, terdapat sekitar empat juta hektare hutan sekunder, sementara sisanya merupakan hutan bekas tebangan yang saat ini menjadi lokasi rehabilitasi.
“Keberadaan kawasan konservasi seperti Taman Nasional Sebangau dan Taman Nasional Tanjung Puting memberikan kontribusi besar dalam menjaga tutupan hutan di provinsi tersebut,” tambahnya.
Kedua taman nasional itu dinilai menjadi benteng penting dalam pelestarian ekosistem hutan gambut dan habitat satwa endemik.
“Alhamdulillah, tutupan hutan kita masih terjaga. Taman Nasional Sebangau dan Tanjung Puting sangat berperan dalam menjaga kelestarian lingkungan,” lanjutnya.
Sapa pun yang melakukan perjalanan udara dari Jakarta menuju Palangka Raya akan dapat melihat langsung hamparan hijau kawasan konservasi tersebut.
“Ketika pesawat memasuki wilayah Kalimantan, kita akan melintasi kawasan Tanjung Puting yang tampak hijau dari udara. Tidak jauh setelahnya, pesawat akan melewati Taman Nasional Sebangau. Ini membuktikan bahwa vegetasi di Kalimantan Tengah masih terjaga dengan baik,” tuturnya.
Dalam kesempatan ini mengajak seluruh pihak untuk terus menjaga keberlanjutan hutan demi masa depan lingkungan dan generasi mendatang.
“Kita ingin Kalimantan Tengah tetap menjadi paru-paru Indonesia. Vegetasi dan ekosistem yang ada harus kita jaga bersama,” ungkapnya.(yud)












