Diduga Bukan Keracunan Makanan, Satu Keluarga di Sebabi Terpapar Uap Merkuri dari Aktivitas Tambang Emas Rumahan

JIMMY/BERITASAMPIT - IGD RSUD dr Murjani Sampit.

SAMPIT – Dugaan penyebab keracunan yang menimpa satu keluarga di Sebabi, Kecamatan Telawang, Kabupaten , mulai memasuki babak baru. Penelusuran sementara mengarah pada kemungkinan adanya paparan uap merkuri dari aktivitas pemurnian emas tradisional yang dilakukan di dalam rumah keluarga tersebut.

Insiden yang terjadi pada Minggu, 7 Desember 2025 itu awalnya dikaitkan dengan konsumsi jajanan seperti es teler dan roti bakar.

Namun informasi terbaru dari sumber internal yang dipercaya justru menguak dugaan berbeda, keluarga itu diduga berada di lingkungan yang terkontaminasi uap air raksa yang digunakan sang kakek untuk memisahkan emas.

Keluarga tersebut diduga terlibat dalam aktivitas penambangan emas tradisional.

“Memang ada informasi bahwa di rumah itu dilakukan proses pemurnian emas memakai air raksa. Anak-anak berada di rumah saat proses itu berlangsung,” ungkapnya, Senin, 8 Desember 2025.

Anggota keluarga mengalami muntah, lemas, dan penurunan kesadaran hingga akhirnya dilarikan ke puskesmas sebelum dirujuk ke RSUD dr. Murjani Sampit. Satu di antaranya tidak dapat diselamatkan dan meninggal dunia setelah mendapat perawatan intensif.

Kapolsek Telawang, Ipda Budi Hartono, menyatakan pihaknya belum menerima laporan resmi namun akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

“Belum monitor, tapi kita kroscek dulu,” ujarnya, Senin 9 Desember kemarin

Hingga kini, baik pihak kepolisian maupun tenaga medis masih melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab pasti kejadian tersebut.

Adapun identitas satu keluarga itu adalah Shazia yang berusia satu tahun meninggal dunia pada Senin dini hari di rumah sakit. Sementara itu Nur Azmya (6) masih mendapatkan perawatan medis.

Selain itu sang kakek bernama Ajudin, sang nenek bernama Fatmawati dan Habibah bibi korban sedang hamil juga dirawat di rumah sakit.

Belum ada kesimpulan apakah gejala itu dipicu oleh makanan, paparan bahan kimia, atau faktor lain.

Kasus ini menjadi perhatian lantaran penggunaan air raksa dalam aktivitas pemurnian emas dikenal memiliki risiko tinggi terhadap jika dilakukan di ruang tertutup tanpa perlindungan. Paparan uap merkuri dapat menyebabkan gangguan pernapasan, sistem saraf, dan berpotensi fatal terutama bagi anak-anak.

Penyelidikan lebih lanjut diharapkan dapat mengungkap sumber paparan yang menyebabkan tragedi ini.

(Jimmy)

baca juga ...  Uang Koperasi Miliaran Hilang, Polisi Periksa Saksi dan Amankan Barang Bukti
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!