KUALA KAPUAS – Staf Ahli Bupati Kapuas Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Septedy, menegaskan pentingnya pemuda Kapuas mempersiapkan diri menghadapi arus transformasi digital yang terus berkembang. Penegasan itu ia sampaikan saat membuka Dialog Nasional yang digelar DPC Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kapuas di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Kapuas, Kamis 11 Desember 2025.
Dalam keterangannya, Septedy, menyampaikan apresiasi kepada GMNI yang mengangkat isu strategis mengenai peran pemuda dan pendidikan di era digital. Menurutnya, forum seperti ini sangat relevan karena kelompok muda akan menjadi penentu arah pembangunan daerah di tengah dominasi usia produktif yang kini masuk momentum bonus demografi.
Septedy menjelaskan bahwa bonus demografi tidak otomatis membawa keuntungan jika tidak dikelola dengan pendekatan berbasis data, pendidikan karakter, dan literasi digital yang kuat. Pemuda harus berada pada posisi sebagai pelaku perubahan, bukan sekadar objek yang dipengaruhi lingkungan politik atau informasi negatif yang beredar di dunia digital.
Ia menyoroti bahwa era digital memiliki dua sisi yang kontras: peluang besar untuk mempercepat pembangunan, namun juga risiko terhadap privasi, keamanan, dan perilaku sosial. Karena itu, pemuda Kapuas diminta lebih kritis dalam menyaring informasi serta bijak menggunakan teknologi untuk aktivitas produktif.
Lebih jauh, Septedy menekankan perlunya organisasi kepemudaan melakukan pemetaan data dasar sebelum menyusun program. Menurutnya, tanpa mengetahui persoalan riil, seperti jumlah pemuda yang belum berdaya, tingkat pendidikan, atau akses digital—maka kegiatan kepemudaan hanya bersifat seremonial dan tidak menyasar kebutuhan nyata masyarakat.
Ia juga mengingatkan bahwa pemuda harus terhindar dari kepentingan politik praktis. Gerakan pemuda, katanya, harus didorong oleh konsep dan gagasan yang berangkat dari masalah riil. Ia memberi contoh bahwa jika organisasi tertarik pada isu sampah atau pemberdayaan ekonomi, maka analisis masalah, penyusunan solusi, dan rencana kontribusi harus menjadi fondasi utama.
Menutup arahannya, Septedy menyampaikan pesan motivatif tentang pentingnya kesiapan dan kesempatan. Ia mengingatkan bahwa kecerdasan dan keberuntungan hanya datang kepada mereka yang terus belajar, membuka ruang pengetahuan, dan tidak berhenti membaca. “Kesempatan hanya dimiliki orang yang siap,” tegasnya.
Dengan fokus pemikiran tersebut, pemerintah berharap dialog nasional yang dibuka Septedy mampu menjadi ruang produktif bagi pemuda Kapuas untuk mendalami tantangan digital, memperkuat kapasitas intelektual, dan berkontribusi terhadap pembangunan daerah berbasis kearifan lokal. (ds)












