PANGKALAN BUN – Bupati Kotawaringin Barat (Kobar) Hj. Nurhidayah menutup resmi Festival Lomba Perahu Ketinting Kotawaringin Lama 2025 yang digelar di Pelabuhan Speedboat Desa Kotawaringin Hilir, Kecamatan Kotawaringin Lama, Minggu 14 Desember 2025. Penutupan berlangsung meriah dan dipadati ribuan penonton yang memadati kawasan tepian sungai Lamandau.
Festival balap perahu Ketinting yang menjadi agenda tahunan ini berjalan lancar, aman, dan sukses. Dari pagi hingga siang, masyarakat tampak antusias menyaksikan balap perahu cepat yang diikuti peserta dari berbagai daerah, sekaligus menikmati suasana hiburan publik yang disajikan di sekitar lokasi.
Bupati Kobar Nurhidayah menegaskan bahwa lomba perahu ketinting tidak boleh hanya dilihat sebagai ajang perlombaan semata.
“Kompetisi ketinting ini memiliki makna yang lebih dalam. Ketinting adalah bagian dari kearifan lokal masyarakat tepi sungai yang harus kita lindungi dan pelihara,” kata Bupati.
Ia menambahkan, festival ini juga merupakan panggung hiburan sekaligus penggerak ekonomi masyarakat.
“Saya melihat antusiasme ribuan orang yang hadir. Ini jelas menggerakkan roda ekonomi UMKM di sekitar lokasi. Kios-kios ramai, pedagang kecil mendapat keuntungan, dan ini adalah dampak positif yang sangat diinginkan pemerintah,” ujarnya.
Selain itu, festival ketinting dinilai efektif sebagai sarana untuk mempromosikan pariwisata daerah. Menurut Bupati, Kotawaringin Lama memiliki potensi besar yang perlu diakui.
“Kami ingin Kotawaringin Lama menjadi lebih dikenal, tidak hanya untuk wisata religi seperti Makam Kiai Gede dan Masjid Kyai Gede, tetapi juga untuk objek wisata sungainya,” ucapnya.
Festival Balap Perahu Kotawaringin Lama Ketinting 2025 sendiri disebut sebagai upaya untuk melestarikan budaya lokal, memperkuat identitas daerah, dan mengembangkan sektor pariwisata berdasarkan kearifan lokal. Kegiatan ini juga menjadi ajang pertemuan antara masyarakat, pelaku bisnis, dan pemerintah daerah.
Warga dan peserta menyambut baik penyelenggaraan festival tersebut. Banyak pihak berharap acara serupa dapat terus diadakan secara berkelanjutan dengan konsep yang semakin menarik, sehingga dapat menarik lebih banyak wisatawan dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat setempat.
Dengan berakhirnya festival ini, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat menegaskan komitmennya untuk terus mendukung kegiatan budaya dan olahraga tradisional sebagai bagian dari pembangunan daerah berkelanjutan, yang berakar pada tradisi, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. (man)












