Teror Buaya di Bagendang, Dua Hari Tak Beranjak Warga Diminta Tingkatkan Kewaspadaan

IST/BERITA SAMPIT - Buaya yang kerap muncul di perairan Bagendang, Kecamatan Mentaya Hilir Utara, Kotim.

SAMPIT – Kemunculan seekor buaya berukuran besar di perairan Bagendang, Kecamatan Mentaya Hilir Utara (MHU), membuat warga setempat diliputi rasa cemas. Reptil buas tersebut dilaporkan telah muncul selama dua hari berturut-turut dan tidak menunjukkan tanda-tanda berpindah dari lokasi.

Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran, terutama bagi warga yang sehari-hari beraktivitas di bantaran Sungai Mentaya. Ancaman serangan buaya dinilai nyata, mengingat intensitas kemunculan yang cukup lama di area permukiman.

Komandan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resort Sampit, Muriansyah, membenarkan adanya laporan tersebut. Ia mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat berada di sekitar sungai.

“Selalu berhati-hati dan terus waspada saat warga beraktifitas di sungai mentaya,” ujarnya, Kamis 18 Desember 2025.

Ia juga mengingatkan warga untuk tidak memelihara ternak di atas maupun di pinggir sungai. Juga menghindari membuang sampah maupun bangkai binatang ke sungai.

“Di atas sungai ini maksudnya, kandang ternak yang berada di tepi/belakang rumah. Ini biasanya rumah yang berada di tepi sungai,” ungkapnya.

Diketahui sepanjang tahun 2025 sudah tercatat tujuh kasus serangaan buaya terhadap manusia, terakhir warga Satiruk, Kecamatan Pulau Hanaut yang menjadi korban dari keganasan reptil tersebut.

(Utomo)

baca juga ...  Duduk Bersama di Aspal Panas, Ketua DPRD Kotim Tegaskan Perjuangan Tolak KSO Agrinas
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!