PALANGKA RAYA – Ketua Komisi II DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Siti Nafsiah, mengimbau masyarakat yang bermukim di wilayah bantaran sungai agar tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana, meski pemerintah provinsi telah memasang alat deteksi dini bencana di sejumlah daerah.
Siti Nafsiah mengatakan, pemasangan alat deteksi dini tersebut merupakan hasil sinergi antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dan DPRD, khususnya terkait dukungan penganggaran. Namun, ia mengakui pemasangan alat tersebut belum merata di seluruh wilayah.
“Kita bersyukur pemerintah provins beberapa waktu lalu bersinergi dengan DPRD berkaitan dengan anggaran, itu sudah ada pemasangan alat-alat pendeteksi bencana sejak dini. Tapi belum semua daerah,” ujar Nafsiah, Senin, 5 Januari 2026.
Ia menyebutkan, alat deteksi dini bencana telah dipasang di sejumlah kabupaten, di antaranya Kabupaten Barito Selatan, Barito Timur, dan Katingan. Selain itu, pada tahun 2026 mendatang direncanakan akan ada penambahan pemasangan alat serupa di daerah lainnya.
“Ini sangat membantu masyarakat sekitar bahwa bisa mendeteksi lebih dini berkenan dengan apabila terjadi bencana baik itu banjir maupun yang lainnya. Semacam alarm bencana untuk mitigasi bencana,” jelasnya.
Meski demikian, Politisi Fraksi Golkar ini menegaskan kewaspadaan masyarakat tetap menjadi faktor utama, terutama bagi warga yang tinggal di bantaran sungai. Ia mengingatkan agar masyarakat tidak menganggap bencana sebagai hal yang biasa hanya karena kerap terjadi.
“Kita berharap juga masyarakat terutama di bantaran sungai untuk lebih waspada mengantisipasi. Harapkan masyarakat lebih waspada mengantisipasi seperti banjir,” pungkasnya.
(Syauqi)












